Mikel Arteta Minta Kuota Pemain Premier League Ditambah demi Kesejahteraan

Manajer Arsenal Mikel Arteta meminta Premier League menambah kuota pemain per pertandingan dari 20 menjadi lebih banyak demi kesejahteraan pemain di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Penulis: Saiful
Senin, 31 Agustus 2026 | 05:04:31 WIB

TIRAINEWS.COM — Liga Italia (Serie A) mengizinkan 25 pemain per laga, dan Liga Spanyol (La Liga) menyediakan 23 slot. Sementara Premier League masih memakai aturan 20 pemain dengan minimal tiga pemain lokal. Arsenal menilai kebijakan ini tidak lagi relevan dengan padatnya jadwal kompetisi domestik dan Eropa.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengaku sudah berulang kali menyuarakan hal ini langsung ke pihak liga. Menurutnya, aturan saat ini justru merugikan pemain yang tidak masuk daftar susunan pemain.

Permintaan Resmi ke Premier League

"Saya sudah memohon ke Premier League agar kami bisa menambah jumlah tersebut demi kesejahteraan pemain, yang merupakan hal terpenting. Sebab saya rasa setiap skuad butuh lebih dari 20 pemain untuk bisa bertahan di level kompetisi seperti sekarang," ujar Arteta jelang laga Arsenal melawan Aston Villa, Senin (15/4) malam WIB.

Arsenal musim lalu tampil di final Liga Champions dan Carabao Cup, plus melaju ke perempat final FA Cup di tengah perburuan gelar Premier League. Klub-klub Inggris disebut Arteta kewalahan karena jumlah pemain yang bisa diturunkan lebih sedikit dibanding kompetitor Eropa.

Dalam satu musim, klub Premier League boleh mendaftarkan 25 pemain senior berusia di atas 21 tahun dengan minimal delapan pemain lokal. Artinya, lima pemain dipastikan absen dari skuad harian di setiap pertandingan.

Dampak ke Pemain yang Tak Masuk Skuad

Konsekuensinya, lima pemain yang terdaftar untuk musim ini harus menonton dari tribune. Arteta menilai kebijakan ini berdampak buruk bagi psikologis pemain, terutama mereka yang tengah dalam masa penilaian kontrak atau mencari menit bermain.

"Pertanyaannya harus disampaikan ke pemain: apa yang mereka inginkan? Jika mereka angkat tangan dan bilang 'tidak, saya lebih suka di rumah dan tidak bepergian', saya pikir kita punya masalah karena berarti mereka tidak mencintai pekerjaan mereka," tuturnya.

"Tapi saya yakin kalau ditanya, semua pemain akan ingin masuk skuad di hari pertandingan. Itulah cara mereka mengekspresikan diri. Kalau tidak, kita harus memberi tahu seseorang: 'kamu bahkan tidak masuk daftar untuk laga ini.' Itu sangat berat dan tidak membantu siapa pun. Tidak membantu klub, tidak membantu nilai pemain, dan tidak membantu pemain merasa menjadi bagian dari tim. Ini masalah nyata yang solusinya sederhana," lanjut manajer asal Spanyol itu.

Perbandingan dengan Klub Eropa

Arteta menambahkan risetnya menunjukkan sebagian besar klub top Eropa memiliki skuad lebih besar. "Saya sudah melakukan riset dengan semua klub top Eropa, kami tidak berbeda dengan siapa pun. Mayoritas, 90 persen dari mereka, memiliki lebih banyak pemain daripada kami. Jadi kami harus menghadapi kenyataan itu," pungkasnya.

Arsenal yang dibekali Chelsea, Manchester City, dan Liverpool—klub-klub dengan jadwal padat di kompetisi Eropa—diharapkan mendukung usulan perubahan aturan ini dalam rapat pemegang saham Premier League berikutnya. Keputusan tetap berada di tangan 20 klub anggota liga, di mana perubahan aturan membutuhkan suara mayoritas.

Reporter: Saiful