TIRAINEWS.COM — Kombes Erick Frendriz tak lagi menjabat Kapolres Metro Jakarta Utara. Posisinya digantikan Kombes Adhie Hariadi. Pergantian serupa terjadi di dua wilayah lain: Kombes Raden Muhammad Jauhari digantikan Kombes Eko Bagus Riyadi di Tangerang Kota, dan Kombes Sumarni diganti Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo di Metro Bekasi.
Tiga Kapolres Ditarik untuk Dikbangti
Rotasi ini bukan karena pelanggaran, melainkan dalam rangka Dikbangti 2026. Polri menyiapkan para perwira menengah tersebut untuk jenjang pendidikan lanjutan sebelum mengemban tugas berikutnya.
Kebijakan itu dituangkan dalam tiga surat telegram bernomor ST/1877/VIII/KEP/2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026. Ketiganya diteken pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Gelombang Mutasi Meluas ke Sejumlah Polda
Mutasi serentak ini tidak berhenti di Jakarta. Sejumlah kapolres di daerah lain ikut dirotasi dalam periode yang sama.
Kapolresta Bandung kini dipegang Kombes Tri Suhartono. Di Jawa Tengah, AKBP Heru Antariska Cahya dipercaya memimpin Polres Sragen dan AKBP Christian Chrisye Lolowang mengisi Polres Tegal. Sementara di Kalimantan Tengah, Kombes Andiyatna mengemban jabatan Kapolresta Palangka Raya.
Untuk wilayah Sumatera, AKBP Agung Adhitya Pranata ditunjuk sebagai Kapolres Ogan Komering Ilir. Polda Riau mencatat tiga pergeseran: AKBP Eko Rubiyanto di Bengkalis, AKBP John Louis Letedara di Indragiri Hulu, dan AKBP Ahmad Nur di Pelalawan. Di Aceh, AKBP Muhamad Taufiq menjadi Kapolres Nagan Raya serta AKBP Tegus Siswoyo mengisi Aceh Tengah.
Rutinitas Organisasi atau Sinyal Penyegaran?
Rotasi massal seperti ini lazim terjadi di tubuh Polri, biasanya dilakukan dua kali setahun. Polda Metro Jaya, sebagai wilayah dengan beban pengamanan tertinggi, kerap menjadi prioritas peremajaan pucuk pimpinan.
Pergantian kapolres di wilayah Jabodetabek dinilai strategis karena langsung bersentuhan dengan pelayanan publik dan penegakan hukum di area urban. Penempatan Kombes Adhie Hariadi di Jakarta Utara dan Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo di Bekasi akan menjadi perhatian—keduanya harus segera beradaptasi dengan dinamika kota yang padat penduduk dan rawan konflik sosial.
Belum ada keterangan resmi dari Kapolda Metro Jaya mengenai target kinerja spesifik bagi para pejabat baru. Namun dalam praktiknya, kapolres anyar biasanya diminta menyelesaikan persoalan lama seperti pengamanan kawasan industri, antrean pengurusan SIM, serta pengendalian premanisme di pasar tradisional.