Menhan Sjafrie: Instruksi Presiden Buka Penerimaan Suku Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Menhan Sjafrie menyampaikan instruksi Presiden untuk membuka penerimaan suku Dayak pedalaman sebagai prajurit TNI dalam keterangan pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jumat (14/2).
Penulis: Yasir
Selasa, 01 September 2026 | 11:09:01 WIB

TIRAINEWS.COM — "Memang ada instruksi langsung dari Presiden untuk menyesuaikan beberapa persyaratan fisik guna memberikan ruang bagi suku Dayak pedalaman," kata Menhan dalam keterangan persnya, Jumat (14/2).

Penyesuaian Syarat Fisik dan Kuota Khusus

Kebijakan ini menyasar masyarakat Dayak yang selama ini terkendala syarat tinggi badan minimal saat mendaftar prajurit. Pemerintah memandang aspek kesamaptaan jasmani dinilai lebih relevan dibandingkan sekadar memenuhi ambang tinggi badan.

Rapat terbatas yang digelar di Kantor Kementerian Pertahanan itu turut membahas mekanisme pendaftaran yang lebih mudah dijangkau warga pedalaman. Jalur khusus ini dirancang tanpa mengubah standar profesionalisme TNI, tetapi menekankan pemerataan rekrutmen dari seluruh wilayah Indonesia.

Arahan Dukung Ketahanan dan Kedaulatan Wilayah

Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat keterlibatan putra daerah dalam menjaga kedaulatan negara. Warga Dayak yang direkrut diharapkan memahami medan dan kondisi geografis Kalimantan yang sulit dijangkau pasukan dari luar daerah.

Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas basis rekrutmen prajurit dari berbagai latar belakang, terutama kawasan yang selama ini minim keterwakilan di institusi militer.

Anggaran Pertahanan untuk Bencana dan Operasi Rutin

Dalam kesempatan yang sama, Menhan menjelaskan alokasi anggaran Kementerian Pertahanan dan TNI selama ini difokuskan pada program rutin serta penanganan tugas dinamis. Termasuk di dalamnya penanggulangan bencana alam dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah nasional.

"Alokasi anggaran kami rancang untuk menjawab kebutuhan yang tidak hanya rutin, tetapi juga situasi mendesak di lapangan seperti karhutla," ujar Sjafrie.

Menhan Respons Kabar WNI Jadi Tentara di Rusia

Soal isu intelijen asal Ukraina yang menyebut delapan WNI menjadi tentara di Rusia, Menhan mengaku belum menerima laporan resmi. Ia menegaskan informasi tersebut belum valid dan tengah ditelusuri lebih lanjut oleh instansi terkait.

Sampai berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan belum mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

Reporter: Yasir