TIRAINEWS.COM — Pelaku pasar perlu mencermati pergerakan indeks pada perdagangan hari ini, Selasa (1/9). Dua analis dari sekuritas berbeda justru memberikan proyeksi yang berseberangan mengenai arah pasar, menciptakan ketidakpastian di tengah volume transaksi yang tercatat mencapai Rp24,74 triliun.
Dua Analis Beda Pandangan, Ini Peta Level Kunci IHSG
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai indeks berpotensi melanjutkan koreksi. Menurutnya, level psikologis di 6.435 menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
"Jika support 6.435 ditembus, koreksi IHSG berpotensi berlanjut menuju level 6.361 atau bahkan 6.298," ujar Ivan dalam risetnya.
Pandangan berbeda datang dari Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Ia melihat indeks berada di awal gelombang penguatan baru dengan target area 6.599-6.666 dalam skenario terbaik.
Kendati demikian, Herditya mengingatkan risiko koreksi tetap ada apabila indeks gagal bertahan. Dalam skenario terburuk, IHSG berpotensi tergelincir ke kisaran 6.289-6.352.
Untuk perdagangan hari ini, Herditya memasang support di level 6.373 dan 6.272, dengan resistance di 6.599 dan 6.705. Adapun Ivan memasang rentang lebih luas, yakni support di 6.435, 6.361, 6.230, dan 6.089, serta resistance di 6.666, 6.835, dan 6.916.
Saham Pilihan Analis untuk Perdagangan Hari Ini
Menghadapi potensi pergerakan indeks yang volatil, kedua analis memberikan rekomendasi saham berbeda berdasarkan pendekatan teknikal masing-masing.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas, saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain:
- BBNI
- HRUM
- INET
- SIDO
- XIPI
Adapun Binaartha Sekuritas merekomendasikan saham dengan karakteristik berbeda, yakni AADI, BRPT, DEWA, dan PGEO. Perbedaan pilihan saham ini mencerminkan preferensi sektor yang berlainan, mulai dari perbankan, energi, hingga industri minyak sawit.
Kondisi Pasar: Sentimen Masih Berimbang, Investor Menunggu Konfirmasi
Pada penutupan perdagangan Senin, IHSG tercatat menguat 7,35 poin ke level 6.525. Data RTI Infokom menunjukkan sebanyak 49,94 miliar lembar saham berpindah tangan, dengan 392 saham menguat, 233 terkoreksi, dan 166 stagnan.
Kondisi ini menggambarkan sentimen yang masih berimbang. Mayoritas saham memang ditutup di zona hijau, tetapi tekanan jual di sebagian sektor masih terasa, membuat indeks sulit bergerak agresif.
Investor disarankan mencermati pergerakan saham pilihan di awal sesi untuk melihat konfirmasi arah pasar. Jika indeks mampu bertahan di atas support 6.435, peluang penguatan menuju resistance 6.599 tetap terbuka. Sebaliknya, penembusan level tersebut berpotensi memicu aksi jual lebih lanjut.
Investasi mengandung risiko.