BMKG Catat Gempa M 4,2 Guncang Bandung, Getaran Terasa hingga Garut

Getaran gempa M 4,2 yang berpusat di laut selatan Kabupaten Bandung terasa hingga pesisir Garut dengan intensitas III MMI.
Penulis: Saiful
Minggu, 06 September 2026 | 09:42:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Aparatur pemantau mencatat guncangan terjadi tepat pukul 09.06 WIB. Titik episentrum berada di perairan samudra, berjarak sekitar 81 kilometer arah selatan Kabupaten Bandung, dengan koordinat geografis 7,73 Lintang Selatan dan 107,34 Bujur Timur.

Sebaran Guncangan dari Pangalengan hingga Pesisir Garut

Masyarakat di sejumlah kawasan pesisir dan dataran tinggi merasakan getaran dengan tingkat intensitas bervariasi. Berdasarkan data pemantauan stasiun geofisika, getaran paling nyata dilaporkan dari wilayah pesisir Sindangbarang, Singajaya, Pamengpeuk, hingga Rancabuaya.

Pada keempat kawasan tersebut, kekuatan getaran mencapai skala intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity). Dalam skala ini, goyangan dirasakan nyata oleh beberapa orang di dalam rumah seakan-akan ada truk bermuatan berat melintas, yang menyebabkan jendela kaca bergetar serta benda-benda gantung bergoyang.

Sementara itu, kawasan dataran tinggi Pangalengan mencatat intensitas getaran pada skala II MMI. Sebagian warga merasakan ayunan pelan dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang tanpa menimbulkan kerusakan fisik pada struktur bangunan.

Klarifikasi Potensi Bencana dan Kesiapsiagaan

BMKG mengonfirmasi bahwa karakteristik gempa laut berkedalaman menengah ini aman dari bahaya gelombang pasang seketika setelah gelombang primer dan sekunder teranalisis sistem.

"Pusat gempa berada di laut 81 km Selatan Kab Bandung dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat," tulis BMKG melalui laman resminya.

Hingga laporan resmi diterbitkan, belum ada laporan mengenai korban luka maupun kerusakan infrastruktur permukiman warga di sepanjang jalur pesisir selatan Jawa Barat.

Tren Peningkatan Frekuensi Kegempaan Nasional

Peristiwa di perairan selatan Kabupaten Bandung melengkapi catatan panjang aktivitas seismik di tanah air belakangan ini. Laporan ringkasan kebencanaan menunjukkan lempeng tektonik aktif Nusantara terus melepaskan energi secara berkala.

BMKG mencatat sedikitnya 35 kali aktivitas gempa signifikan yang dirasakan masyarakat terjadi di berbagai penjuru wilayah Indonesia dalam rentang sepekan terakhir. Deretan gempa bumi tersebut muncul dengan variasi magnitudo serta kedalaman hiposentrum yang beragam.

Masyarakat di daerah rawan gempa diimbau tetap tenang sembari memastikan struktur tempat tinggal tidak mengalami retak struktural pascaguncangan.

Reporter: Saiful