CapCut Gelar AI Content Fest 2026, Aktor Lukman Sardi Bahas Peran AI di Seni

Aktor Lukman Sardi menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk peran AI di seni pada acara CapCut AI Content Fest 2026.
Penulis: Saiful
Selasa, 15 September 2026 | 11:24:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Acara yang berlangsung baru-baru ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai bagaimana teknologi dapat mendukung kebutuhan spesifik dalam ekosistem kreatif Indonesia. Bukan sekadar tren sesaat, kehadiran AI kini dipandang sebagai alat strategis untuk memperluas eksplorasi ide sekaligus meningkatkan efisiensi kerja.

Perspektif Aktor: Efisiensi Persiapan Karakter

Lukman Sardi, aktor kawakan yang dikenal lewat serial Nightmares and Daydreams garapan Joko Anwar, memberikan pandangan unik dari sisi seni peran. Ia memilih melihat teknologi dengan kacamata positif, bukan sebagai ancaman bagi profesi aktor.

"Teknologi bisa membantu aktor mendapatkan lebih banyak referensi, memahami latar belakang karakter, hingga mengeksplorasi berbagai pendekatan sebelum masuk ke dalam sebuah adegan," ujar Lukman Sardi.

Menurutnya, dengan proses persiapan yang menjadi lebih efisien berkat bantuan AI, seorang aktor memiliki ruang lebih luas untuk fokus pada interpretasi dan penghayatan karakter saat eksekusi di depan kamera.

Sudut Pandang Sutradara dan Kreator Digital

Diskusi juga melibatkan sutradara Mouly Surya dan kreator Gustav Anandhita. Keduanya sepakat bahwa arah kreatif, rasa artistik, dan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. AI hanya berfungsi sebagai pendukung teknis.

Mouly Surya menyoroti manfaat AI sejak tahap pengembangan hingga produksi. Teknologi memungkinkan tim kreatif memvisualisasikan konsep dan mencoba berbagai arah naratif sebelum memasuki fase produksi yang mahal.

"Ketika sejumlah proses dapat dilakukan dengan lebih efisien, tim punya lebih banyak waktu untuk fokus pada visi besar karya dan keputusan-keputusan kreatif yang menentukan hasil akhirnya," kata sutradara film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak tersebut.

Gustav Anandhita menambahkan perspektif dari sisi kreator konten. Bagi mereka, AI adalah sarana untuk mempercepat iterasi dan eksperimen visual tanpa kehilangan identitas karya.

"Efisiensi ini memungkinkan kita untuk mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan dan membawa sebuah ide lebih jauh, tanpa kehilangan arah kreatif yang ingin kita bangun," jelas Gustav.

Kolaborasi Raim Laode dan Fitur Poster Lab

Sebagai bukti nyata pemanfaatan teknologi, CapCut menampilkan kolaborasi dengan musisi Raim Laode. Video musik untuk single terbarunya, 'Dunia Yang Nanti', diproduksi dengan mengintegrasikan fitur AI secara signifikan.

Video tersebut ditayangkan perdana pada acara puncak AI Content Fest 2026, disusul sesi berbagi pengalaman oleh Raim mengenai proses kreatif di baliknya serta penampilan musik langsung.

Pengunjung yang hadir di lokasi juga diajak berinteraksi melalui CapCut Poster Lab. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat poster film bergaya sinematik yang dipersonalisasi sesuai genre pilihan—mulai dari horor, romansa, aksi, sci-fi, hingga dokumenter.

Hasil kreasi poster dapat diunduh langsung melalui kode QR yang disediakan di area pameran. Inisiatif ini menunjukkan komitmen CapCut dalam memberdayakan komunitas kreatif lokal dengan tools yang mudah diakses namun tetap mempertahankan sentuhan humanis dalam setiap karya.

Reporter: Saiful