Manchester City Dinyatakan Bersalah dalam 114 Kasus Pelanggaran Finansial Premier League

Komisi independen Premier League menyatakan Manchester City terbukti melanggar aturan finansial dalam 114 dari 115 tuduhan.
Penulis: Yasir
Sabtu, 26 September 2026 | 05:22:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Manchester City dinyatakan bersalah dalam 114 dari 115 kasus pelanggaran finansial yang dituduhkan Premier League, menurut laporan The Athletic, Jumat (25/9/2026). Keputusan ini membuka jalan bagi hukuman berat terhadap Citizens, mulai dari denda hingga ancaman degradasi. Proses banding diperkirakan bakal menentukan nasib akhir klub raksasa Inggris itu.

Komisi independen Premier League memutuskan Manchester City terbukti melanggar aturan finansial dalam 114 kasus dari total 115 tuduhan yang diajukan sejak 2023. Pelanggaran tersebut mencakup periode panjang 2009 hingga 2023, termasuk soal laporan keuangan, pembayaran kepada pemain dan manajer, aturan profitabilitas dan keberlanjutan, regulasi UEFA, serta kewajiban klub untuk bekerja sama dalam proses investigasi.

Persidangan berlangsung selama 12 pekan, dari September hingga Desember 2024. City tidak hanya melanggar aturan Premier League, tetapi juga regulasi UEFA. Namun, keputusan final soal sanksi belum dijatuhkan karena City kemungkinan besar mengajukan banding.

Rincian Pelanggaran yang Menjerat City

Dari 115 tuduhan, hanya satu kasus yang tidak terbukti. Sebanyak 114 kasus lainnya dinyatakan sah sebagai pelanggaran. Cakupannya luas, mulai dari manipulasi laporan keuangan hingga ketidakpatuhan terhadap aturan profitabilitas dan keberlanjutan yang berlaku di kompetisi domestik maupun Eropa.

Sejak 2023, Manchester City konsisten membantah seluruh tuduhan dan menegaskan tidak pernah melanggar aturan laporan keuangan klub. Sikap itu kemungkinan besar masih dipegang menjelang proses banding.

Ancaman Hukuman: Denda hingga Degradasi

Jika putusan ini berkekuatan hukum tetap, sejumlah hukuman berat menanti Manchester City. Opsi sanksi yang beredar meliputi denda finansial, pengurangan poin, pencabutan gelar juara, hingga degradasi ke divisi bawah.

  • Denda finansial dalam jumlah besar
  • Pengurangan poin di klasemen Premier League
  • Pencabutan gelar juara liga
  • Degradasi ke kasta bawah

Skenario pencabutan gelar menjadi sorotan tersendiri. Jika itu terjadi, tim-tim yang finis sebagai runner-up di musim-musim ketika City juara berpotensi menerima pengalihan gelar. Situasi ini bisa mengubah catatan sejarah Premier League secara signifikan.

Banding Jadi Penentu Akhir

Belum ada keputusan final terkait sanksi yang akan dijatuhkan. Manchester City diperkirakan mengajukan banding atas putusan komisi independen tersebut. Proses banding ini akan menentukan apakah hukuman berat benar-benar dijatuhkan atau ada peluang meringankan.

Kasus ini menjadi salah satu sengketa finansial terbesar dalam sejarah Premier League. Dampaknya tidak hanya dirasakan City, tetapi juga berpotensi mengubah peta persaingan dan catatan trofi di kompetisi sepak bola Inggris.

Reporter: Yasir