Pencarian

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg 2027 Turun Rp11,4 Triliun, DPR Soroti Data Penerima

Sabtu, 26 September 2026 • 05:03:01 WIB
Subsidi BBM dan LPG 3 Kg 2027 Turun Rp11,4 Triliun, DPR Soroti Data Penerima
Anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam RAPBN 2027 disepakati turun Rp11,4 triliun menjadi Rp261,5 triliun.

TIRAINEWS.COM — Anggaran subsidi energi dalam RAPBN 2027 disepakati turun Rp11,4 triliun, dari usulan Rp272,94 triliun menjadi Rp261,5 triliun. Penurunan ini menyentuh langsung volume penyaluran BBM dan LPG tabung 3 kilogram yang selama ini dinikmati rumah tangga dan usaha kecil. Badan Anggaran DPR RI menyoroti tingkat kesalahan data penerima yang disebut mencapai 68 persen, sehingga pengurangan anggaran dinilai berisiko salah sasaran.

Kesepakatan ini diambil setelah pembahasan di tingkat panitia kerja (panja) hingga pembicaraan tingkat I antara Banggar DPR dan pemerintah. RAPBN 2027 dijadwalkan disahkan menjadi undang-undang pada Selasa (29/4/2026).

Besaran Subsidi BBM dan LPG 3 Kg yang Dipangkas

Subsidi BBM jenis tertentu turun dari usulan awal Rp28,69 triliun menjadi Rp28,34 triliun. Sementara subsidi LPG tabung 3 kg turun lebih besar, dari Rp114,14 triliun menjadi Rp103,05 triliun.

Dengan demikian, total anggaran subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg menjadi Rp131,39 triliun, dari sebelumnya Rp142,83 triliun. Penurunan ini mengikuti perubahan volume penyaluran: BBM dari 20 juta kiloliter menjadi 19,56 juta kiloliter, dan LPG 3 kg dari 8,9 juta metrik ton menjadi 8 juta metrik ton.

Anggaran subsidi listrik tidak mengalami perubahan dari usulan awal, tetap Rp130,1 triliun.

Penerima Subsidi dan Data yang Dipersoalkan

Subsidi BBM jenis tertentu dan LPG tabung 3 kg menyasar rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang terdata dalam sistem pemerintah. Pemerintah berencana menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran lebih tepat sasaran.

Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah menyoroti persoalan exclusion error dalam data penerima yang menurutnya berlangsung bertahun-tahun. Ia menyebut angka kesalahan data mencapai 68 persen.

"Faktanya yang exclusion error 68 persen. Jadi, ceritanya bukan turun, exclusion error-nya terlalu tinggi. Sebenarnya kalau kami di Badan Anggaran tidak punya toleransi sampai exclusion error di 68 persen," kata Said di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (24/9/2026).

Menurut Said, penggunaan barcode atau sidik jari dalam penyaluran dapat menekan kesalahan data. "Katanya dengan barcode atau sidik jari. Kalau itu terjadi, pasti lebih turun lagi, dalam pengertian tidak salah sasaran," tuturnya.

Subsidi 2027 Tetap Lebih Tinggi dari 2026

Meski parameter volume penyaluran lebih rendah, Said menyatakan anggaran subsidi 2027 tetap lebih tinggi dibanding tahun ini. Pada APBN 2026, outlook belanja subsidi BBM jenis tertentu dan LPG tabung 3 kg mencapai Rp116,8 triliun.

"Subsidi naik [dari tahun ini] karena apa? Rupiahnya sudah naik, bos. Kan impor," jelas Said kepada wartawan.

Formulasi subsidi energi 2027 memakai asumsi Indonesia Crude Price (ICP) US$75 per barel dan nilai tukar Rp17.500 per dolar AS. Asumsi ini lebih tinggi dari APBN 2026 yang memakai ICP US$70 per barel dan nilai tukar Rp16.500 per dolar AS.

Apa Dampaknya bagi Penerima Subsidi?

Pemerintah belum merinci apakah penurunan pagu anggaran akan mengubah harga eceran atau kuota penyaluran BBM dan LPG 3 kg bagi rumah tangga. Informasi resmi mengenai mekanisme penyaluran dan kriteria penerima dapat diakses melalui kanal Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Masyarakat yang merasa berhak menerima subsidi namun belum terdata dapat melapor ke pemerintah desa atau kelurahan untuk pemutakhiran data. Pastikan tidak memberikan uang atau imbalan kepada pihak yang mengaku bisa memasukkan nama ke daftar penerima.

Sumber: ekbis.harianjogja.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks