Kemenperin: Mobil Listrik Bisa Lampaui ICE pada 2029-2031

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan proyeksi penetrasi kendaraan listrik dalam forum industri otomotif.
Penulis: Sutomo
Rabu, 30 September 2026 | 10:22:31 WIB

TIRAINEWS.COM — Kementerian Perindustrian memperkirakan kendaraan listrik berbasis baterai bisa melampaui populasi mobil bermesin pembakaran internal (ICE) pada 2029-2031 jika skenario cepat terwujud. Proyeksi itu muncul dari perhitungan penetrasi pasar BEV yang terus naik, seiring transisi teknologi di sektor otomotif nasional. Skenario moderat menempatkan persilangan keduanya pada 2032-2034.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan proyeksi tersebut saat menjadi pembicara melalui sambungan video di Evolution Indonesia Forum bertema Powering Indonesia Future: Green Cars, Rabu (30/9). Menurut dia, industri otomotif tengah mengalami perubahan besar, tidak hanya dari sisi teknologi tetapi juga proses produksi dan transisi ke kendaraan listrik.

Dua Skenario Penetrasi BEV vs ICE

Kemenperin mencatat setidaknya ada dua skenario perkiraan pasar soal penetrasi kendaraan listrik dibanding kendaraan konvensional.

"Kami mencatat kalau kita memakai skenario cepat maka ada kemungkinan 2029-2031 ini di EV akan melampaui kendaraan ICE namun kalau kita melihat dengan skenario moderat saya kira pada 2032-2034 ini kemungkinan besar BEV akan melampaui ICE," kata Faisol.

Artinya, titik persilangan antara populasi BEV dan ICE bisa terjadi dalam rentang empat hingga sembilan tahun ke depan, bergantung pada laju adopsi pasar dan kesiapan ekosistem pendukung.

Target NZE Sektor Otomotif Lebih Cepat dari Nasional

Pemerintah mencanangkan Net Zero Emission (NZE) nasional pada 2060. Kemenperin menetapkan target NZE di sektor industri tercapai sepuluh tahun lebih cepat, yaitu pada 2050.

Jika skenario cepat terwujud, sub sektor otomotif berpeluang mencapai NZE bahkan lebih awal dari target kementerian tersebut.

"Ini berarti bahwa kita kemungkinan besar, di sektor otomotif ini bisa lebih cepat mencapai NZE lebih dari target yang sebenarnya dicanangkan Kementerian pada 2050," ucap Faisol.

Hybrid dan PHEV Belum Masuk Hitungan

Percepatan yang diproyeksikan Faisol belum memperhitungkan teknologi hybrid dan plug in hybrid. Kedua jenis kendaraan itu bisa mengubah peta transisi energi di jalan raya, karena menjadi jembatan antara mesin konvensional dan kendaraan listrik penuh.

Kemenperin menyebut masih menyeimbangkan antara industrialisasi dan ekosistem industri yang selama ini terbentuk di sekitar ICE. Tujuannya agar seluruh pelaku industri bisa mengadopsi perubahan teknologi dan standar industri di sub sektor otomotif tanpa meninggalkan investasi yang sudah berjalan.

"Namun demikian kita masih menyeimbangkan di antara industrialisasi, ekosistem industri yang selama ini terbentuk di ICE supaya bisa mengadopsi seluruh perubahan teknologi dan standar industri di sub sektor otomotif," ujar Faisol.

Industri otomotif sendiri disebut Kemenperin sebagai salah satu sub sektor yang diprioritaskan menjalankan industri hijau secara konsisten.

"Industri otomotif adalah salah satu sub sektor yang juga kami prioritaskan menjalankan secara konsisten industri hijau," kata Faisol.

Reporter: Sutomo