Toyota TMMIN Beberkan Alasan Manusia Masih Pegang Kunci di Lini Perakitan

Pekerja merakit komponen kendaraan di lini perakitan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang.
Penulis: Ragil
Rabu, 30 September 2026 | 11:42:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Toyota Motor Manufacturing Indonesia mengungkap alasan lini perakitan Karawang masih didominasi tenaga manusia, bukan robot. Meski otomatisasi jalan bertahap, proses assembling butuh kecermatan yang belum bisa ditiru mesin. Perusahaan juga menyiapkan karyawan dengan keterampilan pemrograman sebagai bekal era elektrifikasi.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membeberkan pendekatan produksinya di pabrik Karawang, Jawa Barat. Otomatisasi memang terus berjalan, tetapi tidak semua lini diserahkan ke robot. Ada alasan teknis yang membuat tenaga manusia tetap dipertahankan.

Assembling: Wilayah yang Belum Disentuh Robot

Di lini perakitan, hampir seluruh proses dikerjakan tangan manusia. Kondisi ini berbeda jauh dari sektor welding dan painting yang sudah banyak mengandalkan robot. Alasannya sederhana: assembling menuntut kecermatan dan ketelitian yang sulit dicapai mesin.

Wakil Presiden Direktur PT TMMIN I Nyoman Winaya menegaskan bahwa otomatisasi tidak dilakukan serentak. Pihaknya menyesuaikan dengan kebutuhan tiap proses produksi.

"Kami melakukan otomatisasi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan proses produksi," ujar I Nyoman Winaya di Karawang, Jawa Barat.

Keterampilan Baru untuk Karyawan di Era Elektrifikasi

Toyota tidak hanya berhenti pada mempertahankan tenaga manusia. Perusahaan membekali karyawan dengan keterampilan yang relevan dengan perubahan teknologi. Pemrograman menjadi salah satu kompetensi yang dilatih.

"Di saat yang sama, kami juga memastikan bahwa kemampuan dan kompetensi karyawan terus dikembangkan dengan memberikan keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini, termasuk pemrograman dan kompetensi di bidang teknologi," tutur I Nyoman.

Langkah tersebut mengikuti filosofi perusahaan, 'Make People before Make Product'. Artinya, pengembangan sumber daya manusia ditempatkan sebelum produk dihasilkan.

Persiapan SDM Sebelum Produksi Kendaraan Listrik

Filosofi itu juga diterapkan saat Toyota mulai memproduksi kendaraan elektrifikasi. Persiapan tidak berhenti pada teknologi dan fasilitas manufaktur. Kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian yang tak terpisahkan.

"Dengan filosofi ini, kami selalu mengedepankan People Development dalam kegiatan usaha. Khususnya dalam era elektrifikasi. Sebelum memulai produksi kendaraan elektrifikasi kami melakukan persiapan bukan hanya dari sisi teknologi dan fasilitas manufaktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM)," kata I Nyoman.

Karakuri: Alat Bantu Ringankan Beban Kerja

Toyota juga menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan masing-masing pekerja. Salah satu caranya lewat penggunaan karakuri, alat bantu produksi yang dirancang meringankan pekerjaan manusia.

Pendekatan ini menunjukkan Toyota tidak memilih antara manusia atau robot. Keduanya ditempatkan sesuai porsi masing-masing, dengan manusia tetap menjadi penentu di titik-titik yang butuh penilaian dan ketelitian.

Reporter: Ragil