Ibu Diet Jangan Takut Makan Karbo, Dokter Gizi Ingatkan Bahayanya

Spesialis gizi klinik menegaskan karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh meski sedang menjalani program diet.
Penulis: Sutomo
Senin, 05 Oktober 2026 | 09:02:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Menghindari nasi putih secara total setelah program defisit kalori justru bisa membuat tubuh lemas hingga mudah mengantuk. Dokter gizi klinik menegaskan karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh dengan porsi minimal 45 persen dari total asupan harian. Simak penjelasan lengkap dan pilihan karbo selain nasi berikut ini.

Rasa cemas berlebihan saat melihat sepiring nasi kerap menghantui ibu yang baru selesai menjalani program diet. Kekhawatiran bahwa karbohidrat akan langsung merusak hasil defisit kalori membuat banyak orang memilih menghindarinya sama sekali.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa pola pikir memusuhi karbohidrat secara total adalah kekeliruan besar. Tubuh manusia secara fisiologis tetap memerlukan asupan karbohidrat dalam persentase yang dominan.

Bahaya Nol Karbohidrat bagi Tubuh

Menurut dr Yaze, memangkas karbohidrat hingga nol persen bukanlah langkah diet yang tepat. Efeknya bisa langsung dirasakan tubuh dalam aktivitas sehari-hari.

"Jangan juga langsung nol karbohidrat. Yang tadi bisa terjadi kayak lemes, terus misalnya jadi ngantuk karena kekurangan karbonya," ujar dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (24/9/2026).

Ia menambahkan bahwa tubuh tetap membutuhkan karbohidrat dalam jumlah signifikan. "Karena tubuh kita tetap butuh karbohidrat, 50 persen tetap butuh karbohidrat. Paling rendah itu di 45 persen," sambungnya.

Kapan Porsi Karbo Perlu Dihitung Ulang

Batasan asupan karbohidrat baru disesuaikan secara khusus jika seseorang memiliki riwayat kondisi medis tertentu. Salah satunya adalah Diabetes Melitus (DM).

"Kecuali kayak orang yang punya penyakit diabetes melitus, baru itu nanti dihitung lagi kebutuhan karbohidratnya, sesuai dengan tren gula darahnya, sering naik atau sering malah turun," jelas dr Yaze.

Bagi ibu yang tidak memiliki kondisi medis khusus, porsi karbohidrat harian sebaiknya tetap dipenuhi sesuai angka kebutuhan. Yang perlu diatur adalah jenis dan porsinya, bukan menghapusnya dari menu.

Pilihan Karbohidrat Selain Nasi Putih

Bagi yang masih dibayangi trauma mengonsumsi nasi putih pasca diet, dr Yaze menyarankan beralih ke sumber karbohidrat alternatif. Pilihannya cukup beragam dan tak kalah bernutrisi.

"Tapi sebenarnya karbohidrat itu kan bukan cuma dari nasi. Jadi misalnya kayak jagung, terus ada singkong, nah itu bisa juga tuh, kamu enggak harus dari nasi. Ada kentang, jagung, bihun, itu masih oke," imbaunya.

Jagung, singkong, kentang, dan bihun bisa menjadi variasi menu harian agar ibu tidak bosan. Kuncinya adalah memvariasikan sumber karbohidrat sesuai porsi harian, bukan memusuhi zat gizi ini.

Jaga Energi Harian Tetap Optimal

Karbohidrat berperan penting menjaga fungsi organ tubuh dan tingkat energi harian. Setelah program defisit kalori selesai, tubuh justru butuh asupan ini untuk kembali beraktivitas normal.

Mengatur porsi dengan benar akan membantu berat badan tetap stabil tanpa mengorbankan energi. Jika ibu memiliki kondisi medis tertentu atau bingung menentukan porsi, konsultasi dengan dokter gizi adalah langkah paling aman.

Diet bukan berarti menghapus satu jenis zat gizi dari menu. Mengatur porsi dan memilih sumber karbohidrat yang tepat jauh lebih berkelanjutan untuk kesehatan jangka panjang.

Reporter: Sutomo