Anak Macan Lolos Kualifikasi Oscar 2027, Indonesia Kirim Dua Film
TIRAINEWS.COM — Film pendek Anak Macan (My Plastic Mother) karya Amar Haikal resmi masuk daftar pertimbangan Academy Awards ke-99 kategori Best Live Action Short Film. Tiket Oscar 2027 itu didapat setelah film ini menang Best International Short Film di Flickerfest International Short Film Festival ke-35 di Sydney, Australia, awal 2026. Dengan langkah tersebut, Indonesia kini punya dua wakil di ajang film tertinggi dunia itu.
Flickerfest International Short Film Festival ke-35 digelar di Sydney, Australia, pada awal 2026. Ajang ini termasuk festival yang diakui Academy Awards dan berlangsung dalam rentang periode kelayakan, yakni setahun sebelum pendaftaran ditutup pada September 2026.
Kemenangan di festival berstatus kualifikasi membuat Anak Macan memenuhi syarat untuk mendaftar dan berkompetisi di Oscar 2027. Jalur ini berbeda dari kategori Best International Feature Film yang biasanya diisi wakil resmi tiap negara.
Sinopsis dan Akar Cerita Personal
Anak Macan mengikuti Eki, seorang bocah yang tinggal di tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang. Eki menghadapi dilema ketika mendapat tugas membawa barang kesukaan ibunya untuk perayaan Hari Ibu di sekolah, padahal ia sudah lama tak memiliki ibu.
Amar merangkum kisah personalnya semasa kecil menjadi naskah film ini. Ia mengaku tumbuh jauh dari ibunya dan mengangkat pengalaman itu sebagai tugas akhir bersama teman-temannya di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dibimbing sutradara Riri Riza.
"Sebetulnya mungkin bagian besar dari cerita Anak Macan itu adalah kayak pengalaman masa kecil," kenang Amar saat berbincang dengan CNNIndonesia.com pada Februari 2026.
Pemilihan Bantargebang sebagai lokasi juga berangkat dari pengalaman langsung. Amar menyebut perkenalannya dengan kawasan itu terjadi pada 2021 lewat proses syuting dokumenter.
Pesan di Balik Gunung Sampah
Lewat film ini, Amar ingin menyoroti dampak budaya konsumerisme yang ia gambarkan sebagai gunung sampah raksasa. Longsoran gunung sampah itu dalam cerita menimbun sebuah pemakaman.
"Anak Macan (My Plastic Mother) bertujuan untuk memperlihatkan konsekuensi dari budaya konsumerisme kita dalam bentuk gunung sampah raksasa yang longsornya menimbun sebuah pemakaman," kata Amar dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com pada Kamis (8/10).
Ia menambahkan, film ini juga berbicara soal kerinduan, keinginan, dan penemuan diri. Semua dimaknai melalui keinginan murni seorang anak untuk memiliki dan mengenali ibunya.
Jejak Festival Sebelum Oscar
Sebelum mendaftar ke Oscar 2027, Anak Macan sudah berkompetisi di sejumlah festival internasional yang diakui Academy. Selain menang di Flickerfest Australia, film ini tayang di Leeds International Film Festival (Inggris), Beirut International Short Film Festival / Beirut Shorts (Lebanon), dan Holly Shorts Film Festival (Amerika Serikat).
Festival lain yang juga menampilkan karya ini adalah Atlanta Film Festival (Amerika Serikat), Clermont-Ferrand International Short Film Festival Market (Prancis), dan Singapore International Film Festival.
"Memenuhi syarat untuk dipertimbangkan di Oscars 2027 serta memiliki kesempatan untuk bertemu dengan banyak penonton sepanjang perjalanan festival ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa," ujar Amar.
Dua Wakil Indonesia di Oscar 2027
Dengan langkah Anak Macan, sudah ada dua film Indonesia yang akan berlaga di Oscar 2027. Sebelumnya, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) resmi ditunjuk Komite Seleksi Oscar sebagai wakil Indonesia di kategori Best International Feature Film Academy Awards ke-99.
Kehadiran dua judul ini menandai Indonesia mengirim wakil di dua kategori berbeda pada edisi Oscar yang sama. Anak Macan mewakili jalur film pendek lewat kualifikasi festival, sementara Empat Musim Pertiwi menempuh jalur penunjukan resmi negara.