Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di Weda Bay, Ekspor Perdana Baterai EV Dimulai

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 11 proyek hilirisasi di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Penulis: Ragil
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:22:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto meluncurkan 11 proyek hilirisasi bernilai total Rp 180 triliun di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada 8 Oktober 2026. Peluncuran itu sekaligus menandai ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari kawasan tersebut. Dari 11 proyek, empat masuk tahap komersialisasi dan tujuh mulai dibangun, dengan proyeksi serapan tenaga kerja mencapai 13.950 orang.

Peluncuran tersebut memperluas rantai industri di Weda Bay, mulai dari pengolahan dan pemurnian nikel hingga material baterai, baterai kendaraan listrik, aluminium, truk dan alat berat berbasis listrik, sampai industri pendukung energi terbarukan. Presiden menegaskan hilirisasi mesti terus dilanjutkan supaya nilai tambah sumber daya nasional meningkat.

"Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park," ujar Prabowo, dikutip dari keterangan tertulis PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Jumat (9/10/2026).

Empat Proyek yang Sudah Beroperasi dan Mulai Ekspor

Empat proyek yang menandai ekspor perdana bergerak di lini produk berbeda, dari material baterai sampai alat berat listrik. Berikut perinciannya:

  • PT Blue Sparking Energy — material baterai kendaraan listrik
  • PT REPT Battero Energy Indonesia — baterai kendaraan listrik
  • PT Pioneer Aluminium Industries — aluminium elektrolitik
  • PT XCMG Indonesia Manufacturing — alat berat berbasis listrik

Tujuh Proyek Baru Masuk Tahap Konstruksi

Tujuh proyek lain baru memulai pembangunan dan menyasar segmen yang saling melengkapi dengan empat proyek yang sudah beroperasi. Ada yang memproduksi komponen antara, ada pula yang membangun fasilitas peleburan.

  • PT Guang Ching Nickel Cobalt — material baterai
  • PT Inno Prima Material — separator baterai
  • PT Tinci Materials Indonesia — elektrolit baterai
  • PT Weda Bay Aluminium — smelter aluminium
  • PT Bintang Karya Aluminium — fasilitas peleburan aluminium
  • PT Foton Guangqing Motor Indonesia — truk listrik (electric dump truck)
  • PT Flatsolar Energy Indonesia — kaca fotovoltaik untuk panel surya

Dampak Ekonomi dan Serapan Kerja di Sekitar Kawasan

Presiden Direktur PT IWIP Kevin He menyebut perluasan industri di Weda Bay membawa efek ekonomi yang lebih luas, lewat penyerapan tenaga kerja, kenaikan kebutuhan barang dan jasa, serta tumbuhnya kesempatan usaha di sekitar kawasan.

Lebih dari 100.000 karyawan saat ini telah menjadi bagian dari ekosistem kawasan industri Weda Bay. Adapun 11 proyek yang diluncurkan diproyeksikan membuka hingga 13.950 lapangan kerja.

"Perkembangan kawasan industri Weda Bay bukan hanya tentang bertambahnya fasilitas industri, tetapi juga tentang semakin banyaknya aktivitas produksi, kesempatan kerja, dan peluang usaha yang dapat tumbuh di Indonesia," tutur Kevin.

Mengapa Weda Bay Jadi Titik Konsentrasi Hilirisasi

Weda Bay memusatkan hampir seluruh mata rantai pengolahan nikel dalam satu kawasan, dari smelter sampai produk akhir seperti baterai dan kaca fotovoltaik. Pola ini memangkas kebutuhan pengiriman bahan baku antarwilayah dan mempermudah integrasi antara pemasok material dengan pabrik perakit.

Bagi pelaku industri, deretan proyek tersebut menambah kapasitas pasokan material baterai dan aluminium dalam negeri. Bagi pemerintah daerah, aktivitas konstruksi tujuh proyek baru berpotensi menambah permintaan jasa konstruksi, logistik, dan kebutuhan harian pekerja di sekitar Halmahera Tengah.

Reporter: Ragil