BEI Ungkap 95,58% Saham MTEL Dikuasai Segelintir Pemegang Saham
TIRAINEWS.COM — Bursa Efek Indonesia mencatat 95,58% saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dikuasai sejumlah pemegang saham tertentu per 1 Oktober 2026. Konsentrasi kepemilikan itu menyisakan hanya 4,42% saham yang beredar di tangan investor publik dan pemegang saham lainnya. BEI menegaskan pengumuman ini bukan indikasi pelanggaran aturan pasar modal.
Bursa Efek Indonesia bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memasukkan saham anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) itu ke dalam kategori Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration). Penetapan mengacu pada metodologi penilaian struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 1 Oktober 2026.
"Berdasarkan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration) atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat per tanggal 1 Oktober 2026, Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 95,58% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat MTEL," tulis manajemen BEI dalam keterbukaan informasi.
Sisa 4,42% Saham Beredar di Publik
Dengan komposisi itu, hanya sekitar 4,42% saham MTEL yang berada di tangan pemegang saham lain, termasuk investor publik. Porsi ini jauh lebih kecil dibandingkan rata-rata emiten berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia yang biasanya menyisakan ruang lebih lega bagi investor ritel.
Konsentrasi tinggi semacam ini lazim ditemui pada emiten yang baru mencatatkan saham perdana atau memiliki induk usaha dominan. MTEL merupakan anak usaha TLKM di sektor menara telekomunikasi yang melantai di bursa melalui penawaran umum perdana beberapa tahun lalu.
Bukan Indikasi Pelanggaran Aturan
BEI dan KSEI menegaskan pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal. Informasi disampaikan semata-mata sebagai bahan perhatian bagi pelaku pasar dan masyarakat investor.
Keterbukaan semacam ini rutin dilakukan bursa untuk memberi gambaran risiko likuiditas kepada investor. Saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi berpotensi mengalami pergerakan harga yang lebih tajam karena jumlah saham yang diperdagangkan di pasar relatif terbatas.
Apa Artinya bagi Investor MTEL
Bagi investor publik, struktur kepemilikan yang timpang perlu dicermati dari sisi likuiditas harian. Volume transaksi saham dengan free float kecil cenderung tipis, sehingga order jual atau beli dalam jumlah besar bisa menggerakkan harga secara signifikan.
Risiko lain muncul saat pemegang saham mayoritas melepas sebagian kepemilikannya. Aksi semacam itu berpotensi menekan harga saham dalam waktu singkat, terutama jika pasar tidak siap menyerap tambahan pasokan.
Sebaliknya, konsentrasi kepemilikan juga bisa menjadi sinyal komitmen jangka panjang pemegang saham pengendali terhadap prospek usaha perseroan. Selama tidak ada perubahan material pada struktur kepemilikan, pasar umumnya menilai kondisi ini sebagai hal yang wajar bagi emiten dengan induk usaha besar.
BEI mengimbau pelaku pasar mencermati keterbukaan informasi ini sebagai bagian dari analisis risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Pengumuman serupa akan diperbarui secara berkala mengikuti perubahan struktur kepemilikan saham MTEL.