Harga BBM Belum Turun Meski Minyak Dunia Melemah, Bahlil Jelaskan Mekanismenya
TIRAINEWS.COM — Harga bahan bakar minyak di dalam negeri belum mengalami penyesuaian meskipun harga minyak mentah dunia menunjukkan tren pelemahan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan penyesuaian harga BBM membutuhkan jeda waktu sekitar dua minggu, baik saat harga minyak turun maupun naik. Penjelasan ini disampaikan merespons pertanyaan masyarakat soal harga BBM yang tak kunjung berubah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, membeberkan alasan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri tidak langsung turun ketika harga minyak mentah dunia melemah. Ia menegaskan penyesuaian harga mengikuti proses evaluasi yang tidak bisa dilakukan secara instan.
Jeda Dua Minggu Sebelum Harga BBM Disesuaikan
Bahlil menjelaskan terdapat rentang waktu antara pergerakan harga minyak mentah global dan pencerminannya pada harga BBM di dalam negeri. Mekanisme jeda ini berlaku untuk dua arah, baik ketika harga minyak dunia turun maupun saat mengalami kenaikan.
"BBM itu kalau dia turun hari ini, kan dua minggu baru dapat penyesuaian harganya," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III HIPPI Tahun 2026 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Ia menambahkan, pola serupa juga terjadi ketika harga minyak dunia naik. Kenaikan yang terjadi pada hari tertentu belum tentu langsung diikuti penyesuaian harga BBM pada hari yang sama.
"Begitupun naiknya, kalau dia naik hari ini, belum tentu naik hari ini juga, dua minggu baru lakukan penyesuaian," sambungnya.
Respons atas Pertanyaan Masyarakat
Penjelasan Bahlil muncul sebagai jawaban atas pertanyaan masyarakat yang mempertanyakan mengapa harga BBM belum turun padahal harga minyak dunia sudah menunjukkan pelemahan. Jeda waktu dua minggu menjadi kunci pemahaman atas mekanisme tersebut.
Dengan kata lain, perubahan harga di pasar global tidak otomatis tercermin pada harga di SPBU pada hari yang sama. Ada proses evaluasi yang harus dilalui sebelum penyesuaian resmi diberlakukan.
BBM Subsidi Harus Tepat Sasaran
Selain menjelaskan mekanisme penyesuaian harga, Bahlil kembali menegaskan bahwa BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima. Ia mengingatkan kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik agar tidak menggunakan BBM bersubsidi.
Masyarakat mampu diharapkan memilih BBM nonsubsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar. Penegasan ini menjadi pengingat bahwa kebijakan subsidi energi tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga ketepatan penyaluran kepada kelompok yang membutuhkan.
Penyesuaian harga BBM dan penyaluran subsidi tetap menjadi dua hal penting dalam menjaga keseimbangan kebijakan energi nasional. Keduanya memastikan dukungan pemerintah dapat dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya.