Program Bayi Tabung Makin Efektif, 3 dari 4 Kehamilan Kini dari Embrio Beku

Ilustrasi proses transfer embrio beku dalam program bayi tabung di sebuah klinik kesuburan.
Penulis: Ragil
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03:31 WIB

Perkembangan teknologi kesuburan memang bergerak cepat. Laporan terbaru dari Australian and New Zealand Assisted Reproduction Database (ANZARD) mencatat, hampir 114 ribu siklus pengobatan IVF pada 2024 berhasil menghasilkan lebih dari 20.900 bayi. Artinya, satu dari lima siklus yang dimulai berujung pada kelahiran hidup.

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan lima tahun lalu. "Pengobatan kesuburan memainkan peran yang semakin besar dalam membantu keluarga tumbuh," ujar Profesor Georgina Chambers, Direktur UNSW National Perinatal Epidemiology and Statistics Unit (NPESU) dan penulis utama laporan tersebut.

Mengapa Embrio Beku Justru Lebih Unggul?

Dulu, anggapan umum adalah sel telur yang sudah dibuahi langsung ditanam ke rahim di siklus yang sama. Namun, praktik ini kini banyak ditinggalkan. Kini, sekitar 70 persen transfer embrio menggunakan embrio beku yang dicairkan kembali.

Metode ini sengaja dipilih untuk memberi waktu tubuh ibu pulih dari stimulasi ovarium. Dengan begitu, transfer embrio bisa dilakukan pada kondisi rahim yang lebih optimal dan sehat.

Hasilnya pun berbicara. Dalam kurun waktu 2021 hingga 2024, tingkat kelahiran hidup per transfer untuk embrio beku meningkat dari 31,2 persen menjadi 33,3 persen. Sementara itu, embrio segar hanya naik tipis dari 25,4 persen menjadi 26,2 persen.

Teknologi Pembekuan yang Semakin Canggih

Keberhasilan ini tidak lepas dari kemajuan teknik pembekuan bernama vitrifikasi. Metode ini secara signifikan meningkatkan peluang embrio bertahan dalam proses penyimpanan beku (kriopreservasi).

Hampir separuh (44,5 persen) dari siklus IVF yang menggunakan sel telur segar kini berakhir dengan pembekuan seluruh embrio untuk dipakai di masa mendatang. Jumlah ini meningkat dari 31,6 persen pada lima tahun sebelumnya.

"Kriopreservasi telah lama menjadi fokus utama dalam layanan kesuburan di Australia dan Selandia Baru," ungkap Dr. Petra Wale, Presiden Fertility Society of Australia and New Zealand (FSANZ). Metode ini memungkinkan klinik untuk mengurangi risiko kehamilan kembar, sekaligus memberikan peluang terbaik bagi pasien untuk membangun keluarga yang sehat.

Peluang Kehamilan yang Terus Meningkat

Bagi ibu yang sedang menjalani program ini, penting untuk bersabar. Data menunjukkan bahwa dari 43.849 perempuan yang memulai IVF untuk pertama kali antara 2021 dan 2022, sebanyak 37 persen berhasil melahirkan pada siklus lengkap pertama mereka.

Namun, peluang ini terus bertambah. Pada siklus lengkap keenam, sebagian besar perempuan yang melanjutkan pengobatan mencapai kelahiran hidup, dengan peluang meningkat hingga 57,6 persen.

Secara keseluruhan, tingkat kelahiran hidup setelah transfer embrio naik dari 28,9 persen menjadi 31,1 persen hanya dalam lima tahun. "IVF tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi terus mendukung banyak keluarga," tutup Prof. Chambers.

Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan program bayi tabung, data ini menjadi angin segar. Teknologi yang lebih aman dan efektif kini membuka peluang lebih besar untuk memiliki buah hati.

Reporter: Ragil