Koreksi harga saham RANS berlangsung di tengah aksi ambil untung (profit taking) yang menekan harga dari kisaran Rp200-Rp240. Meski terkoreksi, posisi harga saat ini masih 17,6 persen di atas level penawaran umum perdana (IPO) senilai Rp170 per saham.
Berdasarkan data perdagangan Jumat (21/8), saham RANS dibuka di level Rp200 dan sempat menyentuh titik tertinggi harian Rp216 sebelum kembali ditutup melemah. Kapitalisasi pasar perseroan tercatat sekitar Rp2,55 triliun.
Kinerja Keuangan RANS Menurun pada 2025
Pelemahan harga saham terjadi seiring memburuknya fundamental keuangan perusahaan. Berdasarkan data Stockbit, pendapatan RANS tercatat Rp353 miliar pada 2025, menyusut dari Rp410 miliar pada 2024 dan Rp438 miliar pada 2023.
Laba kotor juga tergerus menjadi Rp153 miliar pada 2025 dari Rp159 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan lebih dalam terjadi pada laba sebelum pajak yang anjlok ke Rp76 miliar, sementara laba bersih dari operasi yang dilanjutkan hanya mencapai Rp57 miliar, jauh di bawah capaian Rp108 miliar pada 2024.
Dengan kinerja tersebut, valuasi saham RANS masih diperdagangkan pada rasio price-to-earnings (P/E) yang tinggi. Secara matematis, harga Rp200 per saham berarti P/E sekitar 41,72 kali.
Koreksi Wajar atau Tekanan Spekulan?
Analis Pasar Saham Ibrahim Assuaibi menilai penurunan harga saham RANS merupakan bagian dari proses pasar dalam mencari harga wajar. Menurutnya, saham perusahaan yang baru melantai kerap mengalami kenaikan awal sebelum akhirnya terkoreksi.
"Pada saat perusahaan-perusahaan IPO apalagi yang berhubungan dengan politis, apalagi yang berhubungan dengan bakar-bakar duit, itu pasti akan dipermainkan oleh para spekulan," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/8).
Ia menambahkan koreksi ini menunjukkan pasar sedang menguji level harga yang dapat diterima untuk saham RANS. "Nah, sebenarnya di sini pasar itu sedang melihat ini bahwa harga yang sebenarnya untuk RANS itu seberapa. Bisa saja gonjang-ganjing ini apalagi sudah minus 15 persen kan," ujarnya.
Posisi Investor Setelah IPO
RANS resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas sekitar 2,525 miliar saham atau setara 19,96 persen porsi publik dan menghimpun dana segar sekitar Rp429 miliar.
Bagi investor yang membeli di harga IPO, posisi saat ini masih memberikan keuntungan kertas. Namun bagi mereka yang memburu saham di puncak kisaran Rp240, potensi kerugian yang harus ditanggung lebih besar. Investasi mengandung risiko.