Pencarian

Google Gemini Keliru Beri Saran Logistik, Tiga Pendaki Gunung Dievakuasi

Minggu, 06 September 2026 • 06:22:01 WIB
Google Gemini Keliru Beri Saran Logistik, Tiga Pendaki Gunung Dievakuasi
Tiga pendaki dievakuasi dari Gunung Shasta setelah mengikuti rekomendasi logistik dari Google Gemini yang minim perbekalan.

TIRAINEWS.COM — Kecerdasan buatan generatif kembali memicu insiden keselamatan fisik di lapangan. Siskiyou County Sheriff’s Office melaporkan operasi penyelamatan terhadap tiga pemuda yang terjebak di kawasan Mud Creek Canyon, Gunung Shasta, California.

Ketiga pendaki tersebut mengandalkan Google Gemini untuk menyusun rencana perjalanan mereka. Namun, panduan logistik dari AI buatan raksasa teknologi itu berujung petaka.

Kalkulasi Logistik Gemini yang Menyesatkan

Berdasarkan laporan Chicago Tribune yang mengutip otoritas lokal, Google Gemini memberikan estimasi perbekalan yang sangat minim bagi rombongan tersebut.

"were advised by Gemini to bring far less food and water than their group required, especially when their planned 8-hour ascent became a multiday ordeal."

Sheriff’s office menegaskan rekomendasi porsi makanan dan air yang terlalu sedikit itu memperparah kondisi fisik korban saat estimasi awal pendakian delapan jam molor menjadi insiden berhari-hari.

Kronologi Keterlambatan dan Evakuasi

Rombongan memulai pendakian pada pukul 03.00 waktu setempat. Standar keselamatan lokal mewajibkan pendaki memutar balik turun jika belum mencapai puncak pada pukul 12.00 siang.

Alih-alih turun, ketiganya memaksakan diri dan baru tiba di puncak Gunung Shasta pukul 19.00 saat hari sudah gelap. Mereka lantas tersesat saat menuruni lereng tebing.

Para pemuda tersebut sempat menelepon kantor sheriff untuk meminta panduan arah sebelum akhirnya terdampar semalaman di Mud Creek Canyon. Regu penyelamat dari Forest Service bersama sukarelawan baru berhasil mengevakuasi mereka keesokan paginya.

Peringatan Otoritas: Jangan Bergantung Penuh pada AI

Pihak kepolisian menyatakan tidak semua keputusan buruk pendaki murni kesalahan sistem AI. Meski demikian, kepatuhan buta pada output aplikasi tanpa verifikasi data lokal terbukti mengancam nyawa.

Kantor sheriff mengeluarkan peringatan keras bagi publik yang kerap memanfaatkan platform teknologi untuk ekspedisi luar ruangan.

"It is always advisable to call the local USFS Mount Shasta ranger station ahead of your trip to ensure you have the most accurate information, and to never rely solely on AI for your trip planning," tulis pernyataan resmi kepolisian.

Otoritas menekankan komunikasi langsung dengan petugas pos jagawana lokal tetap menjadi rujukan utama keselamatan yang belum bisa digantikan algoritma percakapan digital.

Sumber: techcrunch.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks