Pencarian

Kemenkes Minta Warga Hindari Naik Motor Akibat Abu Erupsi Krakatau

Senin, 07 September 2026 • 22:02:02 WIB
Kemenkes Minta Warga Hindari Naik Motor Akibat Abu Erupsi Krakatau
Warga melintas di kawasan terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, yang memicu imbauan Kemenkes untuk sementara menghindari kendaraan roda dua.

TIRAINEWS.COM — Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menyetop sementara penggunaan sepeda motor atau moda transportasi terbuka lainnya. Kebijakan ini menyasar wilayah yang masuk dalam lintasan abu erupsi Gunung Anak Krakatau, menyusul peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9) malam.

Instruksi tersebut ditegaskan lewat Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 yang diteken Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha. Kemenkes menilai pengendara roda dua menanggung risiko ganda di jalan raya saat hujan abu berlangsung.

"Hindari penggunaan kendaraan roda dua atau kendaraan terbuka lainnya untuk mengurangi paparan abu vulkanik," tulis SE tersebut.

Bahaya Fisik bagi Pengendara Roda Dua

Bukaan bodi motor membuat pengendara bersentuhan langsung dengan material vulkanik tanpa pelindung kabin. Partikel abu berpotensi memicu batuk, radang hidung, sesak napas akut, serta memperparah kondisi penderita asma maupun penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Mata pengendara juga rentan mengalami abrasi kornea jika terkena gesekan serpihan abu tajam. Terpaan langsung ke permukaan kulit dapat menimbulkan iritasi, rasa gatal hebat, serta ruam kemerahan.

Kondisi aspal pun berubah drastis akibat endapan material vulkanik. Lapisan abu tipis memangkas daya cengkeram ban sehingga jalanan menjadi sangat licin, diperparah jarak pandang yang merosot tajam.

Sebaran Abu Terdeteksi di Empat Provinsi

Langkah pencegahan ini diterbitkan merespons pergerakan material letusan yang kian meluas. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan arah sebaran abu vulkanik per Senin (7/9) pagi.

Berdasarkan data satelit BMKG, guguran material erupsi mengarah ke Banten, Lampung, Jawa Barat, serta sebagian wilayah DKI Jakarta. Skala sebaran inilah yang mendorong terbitnya protokol keselamatan terpadu bagi mobilitas warga.

Panduan Aman Jika Terpaksa Berkendara

Kemenkes merilis serangkaian protokol ketat bagi pengendara yang mendesak harus tetap melintas di jalanan terdampak:

  • Gunakan masker respirator partikulat standar N95, KN95, KF94, atau FFP2 yang menutup rapat area hidung hingga dagu. Masker bedah medis hanya dipakai sebagai opsi darurat sementara.
  • Pakai kacamata pelindung tertutup (goggles) dan hindari memakai lensa kontak. Jangan pernah mengucek mata yang terkena abu; bilas menggunakan cairan steril atau air mengalir.
  • Kenakan baju lengan panjang, celana panjang, dan sepatu tertutup untuk membendung paparan serbuk vulkanik ke kulit tubuh.

Di samping alat pelindung diri, teknik membawa motor di atas permukaan aspal berdebu harus disesuaikan secara disiplin demi menghindari benturan.

"Apabila harus berkendara, kurangi kecepatan, nyalakan lampu, dan jaga jarak aman untuk menghindari kecelakaan lalu lintas," demikian bunyi SE.

Setibanya di tujuan, pengendara diwajibkan langsung mengganti seluruh pakaian serta mandi bersih guna melunturkan sisa endapan silika abu vulkanik yang menempel pada tubuh.

Sumber: cnnindonesia.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks