TIRAINEWS.COM — Jalan Sabang di Jakarta Pusat sudah puluhan tahun jadi tujuan kuliner legendaris. Kawasan yang resmi bernama Jalan H. Agus Salim ini menyimpan sejumlah warung dan restoran yang bertahan lintas generasi. Berikut lima tempat makan tertua yang masih beroperasi hingga sekarang.
Jalan Sabang lebih dikenal sebagai pusat jajanan malam di Jakarta Pusat. Di balik hiruk-pikuknya, ada beberapa usaha kuliner yang sudah berjalan sejak era 1950-an hingga 1990-an. Beberapa di antaranya bahkan masih dikelola keluarga yang sama selama puluhan tahun.
1. Natrabu Minang Restaurant
Natrabu berdiri sejak 1958 dan tercatat sebagai tempat makan paling tua di Jalan Sabang. Usaha ini dirintis oleh mendiang Rahimi Sutan dengan menu khas Minangkabau. Berbeda dari warung Padang biasa, Natrabu menyajikan ruang makan ber-AC bernuansa Minangkabau.
Pilihan lauknya meliputi rendang berwarna pekat, dendeng batokok, udang balado, dan ayam pop yang lembut. Tempat ini cocok untuk makan keluarga besar maupun jamuan dalam jumlah banyak. Kisaran harga per orang Rp 50.000-Rp 200.000, tergantung lauk yang dipilih.
2. Sate Kambing Jaya Agung
Sate Kambing Jaya Agung menempati pertemuan Jalan Sabang dan Jalan KH Wahid Hasyim. Warung ini sudah berjualan sejak 1963 dengan konsep semi-terbuka. Pengunjung bisa menyaksikan langsung proses pembakaran sate di bagian depan kedai.
Menu andalannya sate kambing empuk dengan racikan kecap pekat. Ada juga gulai kambing berkuah rempah sebagai pelengkap. Untuk makan di sini, siapkan sekitar Rp 50.000-Rp 75.000 per orang.
3. Toko Kue Sakura Anpan
Sakura Anpan sudah berjualan sejak 1978 dan menyasar pencinta roti serta kue jadul. Etalase kacanya masih menampilkan nuansa klasik dengan aneka roti dan kue. Andalan tokonya adalah roti anpan berisi pasta kacang merah.
Selain anpan, tersedia kue sus, tart jadul, hingga beragam kue basah untuk dibawa pulang. Toko ini tidak punya area bersantap, jadi lebih pas untuk membeli camilan atau buah tangan. Harga rotinya berkisar Rp 8.000-Rp 25.000 per buah.
4. Sate Pak Heri Asli
Sate Pak Heri Asli berjualan sejak 1974 dan kini diteruskan generasi ketiga. Warung sate kaki lima ini baru buka pada malam hari saat Jalan Sabang ramai. Ciri khasnya potongan daging ayam berukuran besar dengan bumbu kacang kental dan legit.
Selain sate ayam, tersedia sate kambing, sate telur muda, dan sop kambing. Pengunjung biasa menikmatinya dengan lontong sebagai makan malam. Harganya sekitar Rp 25.000-Rp 45.000 per orang, dengan suasana tenda khas kuliner malam Sabang.
5. Bakmi Roxy Sabang
Bakmi Roxy termasuk yang lebih muda dibanding empat tempat lain, tapi sudah meramaikan Sabang sejak era 1990-an. Kedai ini jadi salah satu tujuan menikmati bakmi di Jakarta Pusat. Mienya bertekstur kenyal dan pipih dengan topping ayam cincang gurih.
Seporsi bakmi dilengkapi kuah kaldu bening sebagai pendamping. Mie Yamin Spesial dengan tambahan pangsit rebus dan bakso jadi pesanan favorit. Kedai sederhana ini ramai saat jam makan siang, dengan harga sekitar Rp 25.000-Rp 50.000 per porsi.
Lima tempat makan ini menunjukkan Jalan Sabang bukan sekadar pusat jajanan malam, tapi juga saksi perjalanan kuliner Jakarta selama lebih dari enam dekade. Kisaran harganya bervariasi, dari camilan Rp 8.000 sampai jamuan Rp 200.000 per orang.