PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, memerintahkan jajaran Satpol PP Kota Pekanbaru segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan HR Soebrantas yang dinilai memicu kemacetan lalu lintas.
Agung meminta penertiban dilakukan secara bertahap agar tidak merugikan para pedagang.
Ia juga menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Pekanbaru untuk menangani persoalan tersebut dengan pendekatan persuasif.
"Segera selesaikan. Saya minta Plt Kasatpol PP menertibkan secara pelan-pelan agar tidak ada yang dirugikan," ujar Agung.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Plt Kasatpol PP Pekanbaru, Desheriyanto, menyebut pihaknya akan melakukan penertiban secara bertahap di kawasan Jalan HR Soebrantas.
"Pelan-pelan akan kita tertibkan," ujarnya.
Sebelumnya, kemacetan di Jalan HR Soebrantas menjadi sorotan masyarakat karena merupakan salah satu pintu masuk utama menuju pusat Kota Pekanbaru, terutama bagi pengendara dari arah Provinsi Sumatera Barat.
Kepadatan lalu lintas semakin meningkat karena tingginya aktivitas mahasiswa di kawasan gerbang Universitas Riau.
Selain volume kendaraan yang tinggi, keberadaan PKL yang berjualan hingga memakan bahu jalan juga dinilai menjadi salah satu penyebab utama kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Salah seorang pengguna jalan, Yanti, mengaku kemacetan di kawasan Panam hampir terjadi setiap hari. Ia berharap pemerintah dapat bertindak tegas namun tetap memberikan solusi bagi para pedagang.
"Setiap hari Panam ini selalu macet, salah satunya karena banyak pedagang berjualan di pinggir jalan. Saya berharap pemerintah tegas menertibkan, tapi juga menyediakan tempat bagi pelaku UMKM," ujarnya.
Masyarakat berharap penertiban dilakukan secara konsisten serta diiringi penyediaan lokasi berjualan yang legal, agar ketertiban lalu lintas tetap terjaga tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha para pedagang.