Pencarian

Premier League Plus di Singapura Harga Rp500 Ribu, Fans Inggris Bayar Tiga Kali Lipat untuk Siaran Lebih Sedikit

Jumat, 21 Agustus 2026 • 19:55:01 WIB
Premier League Plus di Singapura Harga Rp500 Ribu, Fans Inggris Bayar Tiga Kali Lipat untuk Siaran Lebih Sedikit
Fans Inggris membayar tiga kali lipat lebih mahal untuk menonton lebih sedikit pertandingan Premier League dibandingkan penggemar di Singapura melalui layanan Premier League Plus.
yang sama. Padahal, layanan streaming resmi anyar Premier League Plus sudah tersedia sekitar Rp500 ribu per bulan di negara Asia Tenggara itu. ISI:

Kesenjangan harga tontonan sepak bola di Inggris kembali menjadi sorotan. Premier League resmi meluncurkan layanan streaming langsung ke konsumen bernama Premier League Plus di Singapura, bekerja sama dengan mitra penyiaran lokal StarHub. Layanan ini memungkinkan penggemar di sana menonton seluruh 380 pertandingan liga dalam satu musim.

Angka itu kontras dengan kenyataan di Inggris Raya. Untuk menonton 267 dari 380 laga Premier League musim depan, fans harus berlangganan Sky Sports dan TNT Sports. Biayanya diperkirakan tiga kali lipat lebih mahal dari tarif bulanan Premier League Plus di Singapura yang dipatok sekitar £25 atau setara Rp500 ribu.

Fans Inggris Bayar Lebih Mahal untuk Siaran yang Lebih Sedikit

Riset eSIMatic menunjukkan, penggemar yang ingin menonton semua kompetisi top Eropa—termasuk Liga Champions, Liga Europa, EFL, LaLiga, Serie A, Bundesliga, dan Ligue 1—harus berlangganan minimal delapan layanan berbeda. Total biayanya mencapai £132,97 per bulan. Sementara untuk fokus hanya pada Premier League, ongkos yang harus dikeluarkan mencapai £791,88 per musim.

Situasi ini kian pelik karena masih ada 113 pertandingan Premier League yang tidak disiarkan mitra resmi. Aturan 3pm blackout, yang melarang siaran langsung pada Sabtu sore, masih dipertahankan. Kebijakan yang diusulkan sejak 1960-an ini kerap dikritik karena menghambat akses penggemar, meski pembela setianya seperti Jeff Stelling berpendapat aturan ini melindungi atmosfer sepak bola akar rumput.

Premier League Plus Buktikan Siaran Murah Itu Mungkin

Kehadiran Premier League Plus di Singapura membuktikan bahwa siaran sepak bola berkualitas bisa dijangkau dengan harga wajar. Layanan ini juga menjadi langkah nyata menuju model "Netflix-nya sepak bola" yang selama ini digadang-gadang, atau yang akrab disebut 'Premflix'. Survei YouGov mencatat 42 persen dari 876 penggemar yang disurvei mendukung langkah serupa di Inggris.

Namun, peluang mewujudkan hal itu di tanah kelahiran Premier League justru bisa datang dari pemilik baru Liverpool. Jeff Bezos, melalui konsorsium 1892 Holdings, baru saja mengakuisisi saham minoritas di klub Merseyside tersebut. Langkah ini memicu spekulasi bahwa miliarder pendiri Amazon itu akan menggunakan platform Prime Video untuk ikut serta dalam perebutan hak siar Premier League periode berikutnya, yang akan dinegosiasikan dalam 18 bulan ke depan.

Mahalnya Tiket Menonton Ancam Keterlibatan Fans Muda

Persoalan biaya ini bukan sekadar soal kenyamanan menonton. Riset dari lembaga think tank kelas pekerja, Democracia84, menemukan bahwa biaya menonton sepak bola di Inggris naik 47 persen antara 2015 dan 2025, sementara pendapatan rumah tangga stagnan. Kondisi ini paling terasa bagi penggemar berusia 18-35 tahun di wilayah basis sepak bola tradisional.

Kesenjangan ini mendorong banyak penggemar beralih ke siaran ilegal. Premier League dan otoritas Inggris gencar menindak pelanggaran tersebut, tetapi langkah itu dinilai tidak menyelesaikan akar masalah. Selama akses legal masih mahal dan rumit, celah untuk streaming ilegal akan terus ada.

Sumber: fourfourtwo.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks