Pencarian

Kelas Ibu Balita di Sulbar: Bekal Orang Tua Pantau Tumbuh Kembang Anak

Minggu, 23 Agustus 2026 • 06:03:31 WIB
Kelas Ibu Balita di Sulbar: Bekal Orang Tua Pantau Tumbuh Kembang Anak
Bidan dan tenaga gizi di Sulbar mengikuti orientasi kelas ibu balita untuk memperkuat pendampingan keluarga.

TIRAINEWS.COM — Memantau tumbuh kembang anak bukan hanya soal rutin ke posyandu. Orang tua juga perlu dibekali pengetahuan agar bisa mandiri menjaga kesehatan buah hati di rumah. Inilah yang coba dikuatkan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat melalui program kelas ibu balita.

Kegiatan ini menyasar tenaga kesehatan, khususnya bidan dan tenaga pelaksana gizi di Kabupaten Mamuju. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam mendampingi keluarga di lapangan.

Modal Utama Membangun Generasi Unggul

Kepala Dinkes P2KB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak hanya dimulai dari bangku sekolah. Justru, fondasinya harus dibangun sejak masa awal kehidupan, yaitu dengan memastikan kesehatan dan gizi anak terpenuhi dengan baik.

“Kita ingin memastikan orang tua tidak hanya membawa anak ke fasilitas kesehatan ketika sakit, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini,” jelas Nursyamsi.

Kelas ibu balita menjadi salah satu strategi pemberdayaan keluarga. Melalui forum ini, orang tua diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi anak, memantau pertumbuhan, serta menerapkan pola pengasuhan yang tepat.

Peran Bidan dan Tenaga Gizi di Puskesmas

Tenaga kesehatan di puskesmas punya posisi yang sangat strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat. Mereka dituntut untuk tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi edukator sekaligus pendamping keluarga.

“Orientasi bagi bidan dan tenaga pelaksana gizi diharapkan mampu memperkuat keterampilan dalam membangun komunikasi yang efektif dengan keluarga, khususnya terkait pemenuhan gizi, ASI, MPASI, pengasuhan serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak,” kata Nursyamsi.

Dengan komunikasi yang baik, tenaga kesehatan bisa membantu orang tua memahami cara memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara optimal. Buku ini penting sebagai catatan perkembangan sekaligus panduan praktis di rumah.

Sinergi untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Dinkes P2KB Sulbar berkomitmen membangun kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Tujuannya sederhana: memastikan setiap anak mendapat kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Wakil Ketua I DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, turut mendorong tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kompetensi. Menurutnya, penguatan ini penting untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan.

“Kegiatan orientasi ini juga menjadi ruang bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan kelas ibu balita agar dapat diterapkan secara efektif di wilayah kerja masing-masing,” ujar Suraidah.

Manfaat Langsung untuk Orang Tua

Bagi para ibu muda, keberadaan kelas ibu balita ini merupakan kabar baik. Anda tidak perlu bingung mencari informasi dari sumber yang tidak jelas. Cukup manfaatkan layanan di puskesmas terdekat dan ikuti kelasnya.

Beberapa hal yang biasanya dipelajari dalam kelas ini meliputi:

  • Cara memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usianya.
  • Pemenuhan gizi seimbang, termasuk praktik pemberian ASI eksklusif dan MPASI.
  • Pola pengasuhan yang hangat dan penuh kasih sayang.
  • Pemanfaatan Buku KIA sebagai catatan kesehatan harian anak.

Dengan bekal ini, orang tua bisa lebih percaya diri dalam mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang si kecil setiap hari.

Sumber: makassar.antaranews.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks