TIRAINEWS.COM — Pemprov DKI Jakarta tidak hanya berhenti pada keikutsertaan dalam pameran. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa forum dagang tersebut dirancang untuk menghasilkan kesepakatan nyata, bukan sekadar seremonial. "Harapannya, penyelenggaraan CIEIE ini tidak berhenti sebagai pameran saja, tetapi menghasilkan kerja sama yang konkret, investasi baru, akses pasar yang lebih luas, dan peluang bisnis bagi UMKM Jakarta," ujar Rano dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8). Panggung Dagang di Kemayoran dan Guangzhou
CIEIE 2026 akan berlangsung pada 3-5 September 2026 di Hall B-C, JIExpo Kemayoran. Pameran ini mempertemukan pembeli, importir, distributor, peritel, dan penjual marketplace dengan pemasok, pabrik, serta pemilik merek dari berbagai kategori. Pelaku usaha yang hadir dapat memperoleh informasi terkait produk, harga, jumlah pemesanan minimum, sampel, hingga peluang kerja sama.
Dari ajang di Jakarta, Pemprov langsung menggerakkan langkah lanjutan. Melalui program Choose Jakarta, sebanyak 23 UMKM binaan akan diterbangkan ke China International SME Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou pada 3-6 September 2026. Sebelumnya, tiga UMKM binaan Jakarta telah lebih dulu merasakan pasar Negeri Tirai Bambu melalui China Food Trade Fair pada Maret 2026. Sektor Pengolahan Jadi Andalan PDRB
Rano Karno menyebut penguatan daya saing ekspor UMKM merupakan pilar penting transformasi ekonomi Jakarta. Data yang ia paparkan menunjukkan sektor industri pengolahan menyumbang sekitar 11,13 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta pada 2025. Angka ini menjadi modal dasar bagi pengembangan industri berteknologi tinggi dan ramah lingkungan ke depan.
"Artinya, ini membuka peluang lebih besar bagi UMKM Jakarta untuk masuk ke pasar internasional, khususnya Tiongkok," kata Rano saat menyambut penyelenggaraan CIEIE di Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (24/8). Integrasi Industri Jasa dan Ekosistem Halal
Arah pembangunan industri Jakarta ke depan tidak hanya berfokus pada manufaktur. Pemprov mengintegrasikan pengembangan industri dengan sektor jasa modern dan ekosistem halal. Integrasi ini diyakini memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
Bagi pelaku UMKM, keikutsertaan dalam pameran internasional seperti CIEIE menjadi pintu masuk untuk bertemu calon mitra global. Fasilitasi temu bisnis dengan pembeli, importir, distributor, hingga peritel global menjadi nilai tambah yang tidak bisa didapatkan dari pameran lokal biasa.