TIRAINEWS.COM — Shein resmi mengumumkan rencana penawaran umum saham perdana (IPO) di Bursa Hong Kong pada 1 September 2026. Aksi korporasi ini akan menjadi pencatatan saham baru terbesar di Hong Kong sepanjang tahun ini, meski valuasi perusahaan hanya berkisar US$27 miliar—jauh dari angka US$98,2 miliar saat valuasi private-market pada 2022.
Berdasarkan prospektus yang dikutip Reuters, Senin (24/8), Shein menawarkan 280 juta saham dengan kisaran harga HK$47,60 hingga HK$49,50 per saham. Dari penawaran ini, perusahaan memperkirakan meraup dana hingga HK$13,86 miliar. Sekitar 80% dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan teknologi serta memperluas merek dan kehadiran global.
Pukulan Bertubi-Tubi dari Tarif AS dan Regulasi Eropa
Penurunan valuasi Shein bukan tanpa sebab. Pendapatan perusahaan di AS terkontraksi 14,3% pada kuartal I 2026 setelah pemerintah AS menghapus pembebasan bea masuk untuk paket bernilai di bawah US$800, yang dikenal sebagai aturan de minimis. Produk asal China yang dijual melalui platform Shein kini dikenai tarif antara 10% hingga 87,5%.
Dampaknya langsung terasa di laporan keuangan. Shein mencatat kerugian kuartalan US$99 juta, ditambah beban biaya fair value sebesar US$328 juta akibat perubahan standar akuntansi. Di Eropa, perusahaan juga menghadapi biaya impor baru dan tekanan harga yang menekan margin operasional.
Minat Investor Global Diprediksi Melemah
Analis Morningstar, Lorraine Tan, menilai penurunan valuasi mencerminkan perubahan fundamental bisnis Shein dibandingkan dua hingga tiga tahun lalu. "Kami menilai minat investor global terhadap Shein kemungkinan melemah akibat kondisi tersebut, sehingga harga saham saat pencatatan ditetapkan lebih rendah," ujarnya.
Senada dengan itu, Analis uSMART Securities, Dickie Wong, tidak terlalu optimistis terhadap prospek IPO ini. "Saya tidak terlalu optimistis terhadap IPO Shein, pertumbuhan perusahaan sudah melambat secara signifikan," kata Wong. Perlambatan itu terlihat dari proyeksi pertumbuhan pendapatan semester I 2026 yang hanya sejalan dengan pertumbuhan 1,1% pada kuartal I, ditambah melemahnya permintaan di Timur Tengah.
Regulator Jadi Biaya Baru, Cadangan US$80 Juta Disiapkan
Shein juga harus menyisihkan dana besar untuk menghadapi pengawasan regulator di AS dan Eropa. Perusahaan mengaku telah mencadangkan US$80 juta hingga akhir Maret untuk berbagai perkara hukum, termasuk penyelidikan Komisi Perdagangan Federal AS (FTC), penyelidikan berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa, serta kasus privasi data di Perancis dan Irlandia.
Investor Kunci Sudah Antre, Siapa Saja?
Meski prospek pertumbuhan suram, sejumlah investor utama telah berkomitmen membeli saham Shein senilai sekitar US$383 juta. Pembelian dipimpin pemegang saham lama seperti Boyu, Tiger Global, dan General Atlantic. Tencent, Greenwoods, Taikang Life, serta UBS Asset Management juga ikut ambil bagian dalam IPO tersebut.
Shein sebelumnya membatalkan rencana melantai di Bursa New York dan London dalam empat tahun terakhir. Kini, setelah gagal di dua bursa besar, Hong Kong menjadi tujuan final. Harga final IPO akan diumumkan pada 31 Agustus, sehari sebelum saham resmi diperdagangkan.
Investasi mengandung risiko.