Malam Puncak HUT ke-81 RI di Gunung Huni Tasikmalaya: Pentas Seni hingga Makan Bareng Warga
Panggung Rakyat untuk Semua Generasi
TIRAINEWS.COM — Ketua Panitia, Asep Rizki J, menyebut acara ini merupakan wujud syukur atas kemerdekaan yang sudah dinikmati selama 81 tahun. "Ini merupakan bentuk syukur kami dalam menyambut hari kemerdekaan RI," ujarnya di lokasi acara.
Yang menarik dari perayaan ini adalah keterlibatan seluruh lapisan warga. Pentas seni menampilkan pertunjukan tari dari anak-anak, remaja, hingga kelompok ibu-ibu. "Kegiatannya pentas seni dari mulai anak-anak hingga dewasa termasuk ibu-ibu. Penampilan tari, kesenian lainnya. Kami dari RT01 RW08 Empangsari, lumayan banyak warga yang ikut antusias," jelas Asep.
Rangkaian Lomba dan Tradisi Makan Bersama
Malam puncak ini bukanlah satu-satunya agenda. Sejak beberapa pekan sebelumnya, warga sudah menggelar berbagai aktivitas khas kemerdekaan. "Kalau gerak jalan udah dari awal yah, itu pelaksanaannya satu RW. Kalau sekarang khusus RT kami. Terus kayak perlombaan dari anak hingga ibu-ibu juga sudah dilakukan. Tadi pembagian hadiahnya udah," tambah Asep.
Setelah rangkaian pentas seni usai, suasana berlanjut ke panggung hiburan musik dangdut. Acara kemudian dipungkasi dengan tradisi makan bersama seluruh warga untuk mempererat tali silaturahmi.
"Acara akan ditutup dengan hiburan dangdutan. Dan akhir waktu nanti, warga akan makan bersama. Semoga momen kemerdekaan ini, warga bisa lebih sejahtera. Negara kita Indonesia bisa semakin maju," pungkasnya.
Tips Menghadiri Perayaan Kampung di Tasikmalaya
Bagi traveler yang ingin merasakan euforia 17-an di kampung-kampung Tasikmalaya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Datanglah lebih awal, sekitar pukul 19.00 WIB, untuk mendapatkan posisi menonton yang nyaman di area panggung utama. Siapkan kamera atau ponsel dengan kapasitas baterai penuh karena banyak momen menarik dari penampilan anak-anak hingga hiburan dangdut.
Karena acara berlangsung di lingkungan permukiman warga, sebaiknya hormati area privat dan parkir kendaraan di lokasi yang telah disediakan panitia. Untuk akomodasi, traveler bisa mencari penginapan di pusat Kota Tasikmalaya yang berjarak sekitar 10-15 menit berkendara dari Kelurahan Empangsari.
Perayaan semacam ini menjadi alternatif wisata budaya yang otentik, jauh dari kemasan komersial. Bagi yang sedang berada di Tasikmalaya saat Agustus, menyaksikan kemeriahan di kampung-kampung seperti Gunung Huni bisa menjadi pengalaman berkesan tentang bagaimana masyarakat merayakan kemerdekaan dengan sederhana namun penuh kebersamaan.