Pengembang Windows kini bisa mengikuti langsung proses pengerjaan WinUI—teknologi yang sebelumnya dikenal sebagai WinUI 3—secara real-time di repositori GitHub publik. Perubahan ini efektif untuk pengembangan jalur utama (mainline), di mana para insinyur Microsoft kini membuat cabang (branch), membuka pull request, meninjau, dan menggabungkan perubahan kode di depan publik.
"Pekerjaan rekayasa harian kami kini berlangsung secara terbuka, sehingga Anda bisa mengikuti perkembangannya secara langsung, bukan menunggu perubahan tiba," tulis seorang insinyur Microsoft dalam penjelasannya.
Empat Fase Menuju Keterbukaan Penuh
Perpindahan ke GitHub ini bukan langkah dadakan. Microsoft telah merencanakannya sejak Agustus 2025 ketika perusahaan berjanji membereskan keluhan pengembang yang selama ini menganggap WinUI dan WASDK sebagai teknologi yang kurang terawat. Rencana tersebut dijalankan dalam empat fase, dan perpindahan ke GitHub adalah fase terakhir dari rangkaian tersebut.
Pada Build 2026 bulan Mei lalu, Microsoft memberikan pembaruan progres sebagai bagian dari upaya lebih luas mengatasi "titik-titik nyeri" (pain points) di Windows 11. Kini, dengan pencapaian ini, proses pengembangan WinUI berlangsung terbuka—meski baru sebatas untuk karyawan Microsoft.
Kontribusi Komunitas Menyusul, Open Source Jadi Target Akhir
Pada tahap ini, hanya karyawan Microsoft yang bisa langsung mengubah kode. Namun perusahaan menyatakan akan membuka repositori untuk kontribusi komunitas setelah sistem pengembangan ini terbukti berjalan baik. Target akhirnya jelas: menjadikan WinUI sebagai proyek open source penuh.
Langkah ini sejalan dengan apa yang pernah dilakukan Microsoft terhadap framework pengembangan Windows legasi seperti Windows Presentation Foundation (WPF), Windows Forms, dan Windows UI XAML Library. Ketiganya sudah lebih dulu dirilis sebagai open source.
Perlu dicatat, Microsoft kini memperlakukan WinUI dan WASDK sebagai satu kesatuan yang disebut WinUI. Penggabungan ini menyederhanakan ekosistem pengembangan yang sebelumnya sempat membingungkan pengembang karena dua nama berbeda untuk teknologi yang saling terkait.
Bagi pengembang aplikasi Windows di Indonesia, perubahan ini berarti transparansi yang lebih besar. Mereka bisa memantau arah pengembangan teknologi ini secara langsung, mengetahui fitur apa yang sedang dikerjakan, dan bersiap mengadopsi perubahan lebih awal. Ketika kontribusi komunitas dibuka nanti, pengembang lokal juga berpeluang terlibat langsung dalam membentuk masa depan platform aplikasi Windows.