JAXA Siap Luncurkan Misi MMX ke Bulan Mars, Ambil Sampel Phobos 2026

Wahana antariksa MMX milik JAXA dijadwalkan diluncurkan menggunakan roket H3 dari Tanegashima Space Center pada 20 Oktober 2026 untuk misi pengambilan sampel dari bulan Mars, Phobos.
Penulis: Saiful
Senin, 31 Agustus 2026 | 14:03:32 WIB

TIRAINEWS.COM — JAXA membuka jendela peluncuran wahana MMX mulai 20 Oktober 2026 pukul 04.41 waktu Jepang menggunakan roket H3 dari Tanegashima Space Center. Jika terkendala, ada masa cadangan hingga 7 November 2026. Ini bukan sekadar misi observasi, tapi upaya mengambil dan membawa pulang material asing dari luar sistem Bumi-Bulan.

Misinya: Ambil 10 Gram Debu dari Phobos, Bawa Pulang ke Bumi

MMX dirancang untuk mempelajari dua bulan Mars, Phobos dan Deimos. Namun pendaratan difokuskan ke Phobos, bulan yang bentuknya tidak beraturan dan berukuran kecil. Wahana akan menghabiskan waktu sekitar satu tahun di sistem Mars untuk pengamatan orbit sebelum mencoba mendarat.

Targetnya sederhana tapi krusial: mengumpulkan setidaknya 10 gram material permukaan. Sampel itu akan disegel dalam kapsul khusus dan diperkirakan tiba kembali di Bumi pada 2031.

Belum ada negara mana pun yang pernah membawa material pulang dari kawasan Mars. JAXA menyebut MMX sebagai misi pertama umat manusia untuk pengembalian sampel dari lingkungan Planet Merah.

Kenapa Phobos? Dua Teori yang Masih Bikin Ilmuwan Beda Pendapat

Asal-usul Phobos masih jadi teka-teki besar. Ada dua hipotesis utama yang bersaing. Pertama, Phobos adalah sisa material dari tumbukan besar yang pernah menghantam Mars. Kedua, Phobos kemungkinan adalah asteroid yang tertangkap gravitasi Mars.

Untuk memecah kebuntuan ini, NASA ikut menanamkan instrumen bernama MEGANE di wahana MMX. Alat tersebut mengukur neutron dan sinar gamma dari permukaan Phobos guna mengidentifikasi unsur penyusunnya. Data ini nantinya dibandingkan dengan komposisi Mars dan asteroid lain.

Hasilnya bisa menentukan apakah Phobos "saudara kandung" Mars atau cuma "pendatang" dari sabuk asteroid. Dari situ, ilmuwan bisa menarik benang merah soal proses pembentukan planet dan kondisi yang memungkinkan kehidupan muncul.

Rover IDEFIX: Eksplorasi Ganda di Gravitas Mini

MMX membawa rover kecil bernama IDEFIX hasil kolaborasi Eropa. Rover ini dirancang khusus buat bergerak di medan Phobos yang penuh batuan dengan gravitasi sangat rendah—tantangan yang enggak main-main buat kendaraan antariksa.

Sambil wahana utama mengambil sampel, IDEFIX akan memotret dan mengamati detail permukaan dari jarak dekat. Fungsinya seperti "mata tambahan" untuk memetakan kondisi geologis Phobos secara presisi.

Bukan Cuma Sains: Phobos Jadi Stasiun Luar Angkasa Alami Buat Misi Manusia

Ada kepentingan jangka panjang di balik misi ini. JAXA ingin menguji teknologi perjalanan pulang-pergi antara Bumi dan sistem Mars—kemampuan yang nanti dibutuhkan untuk penerbangan berawak.

Gagasannya, Phobos bisa difungsikan sebagai stasiun orbit alami untuk mendukung eksplorasi Mars di masa depan. Dengan kata lain, teknologi yang dikembangkan lewat MMX adalah batu loncatan buat misi manusia ke Planet Merah, bukan cuma sekadar misi ilmiah.

Meski begitu, MMX bukan misi pencarian makhluk hidup. Fokus utamanya adalah memahami evolusi sistem Mars dan kondisi yang berhubungan dengan kelayakhunian di planet kebumian.

Kalau semuanya berjalan mulus, 10 gram debu dan batu dari Phobos bakal jadi salah satu material paling berharga yang pernah dibawa ke laboratorium Bumi. Dari benda sekecil itu, ilmuwan bisa membaca sejarah pembentukan tata surya—termasuk bagaimana jalur menuju munculnya kehidupan dimulai.

Reporter: Saiful