Sinyal Energi RI ke Rusia: 100+ Blok Migas Ditawarkan di Tengah Lawatan Prabowo

Pemerintah Indonesia menawarkan lebih dari seratus blok migas kepada investor Rusia dalam lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok.
Penulis: Ragil
Jumat, 04 September 2026 | 16:05:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Jakarta — Pemerintah Indonesia membuka pintu lelang lebih dari seratus blok minyak dan gas bumi (migas) bagi investor Rusia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menarik modal asing di tengah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan jumlah blok yang ditawarkan mencapai angka ratusan. "Kementerian ESDM menawarkan sekian puluh atau sekian ratus, lebih dari seratus blok migas kepada investor-investor dari Rusia jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang," kata Sekretaris Jenderal ESDM, Ahmad Erani Yustika, di kantornya, Jumat (4/9/2026).

Kendati demikian, Erani belum bersedia merinci wilayah kerja mana saja yang masuk daftar penawaran. Ia memilih menyerahkan penjelasan detail teknis kepada Menteri ESDM. "Sebetulnya yang paling pokok itu, nanti Pak Menteri-lah yang lebih pas," ujarnya.

Dorongan Investasi di Tengah Lawatan Presiden ke Rusia

Penawaran ini bukan sekadar formalitas diplomatik. Sektor migas menjadi salah satu agenda utama dalam lawatan Prabowo ke Rusia pekan ini. Keikutsertaan jajaran Kementerian ESDM dalam rombongan menegaskan prioritas energi dalam hubungan bilateral kedua negara.

Sebelumnya, Prabowo secara eksplisit mengundang para pengusaha Rusia untuk berinvestasi dan membangun industri bersama di Indonesia. Ajakan ini disampaikan langsung di hadapan para kepala negara dan pelaku usaha dalam Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 di Vladivostok, Kamis (3/9/2026).

"Datanglah ke Indonesia. Bekerjalah bersama kami. Berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama. Mari kita menciptakan nilai bersama," kata Prabowo dalam pidatonya.

Indonesia: Pintu Masuk Pasar ASEAN dan Indo-Pasifik

Daya tarik yang dijual pemerintah bukan hanya pasar domestik yang besar. Prabowo menyebut posisi Indonesia sebagai gerbang menuju pasar Asia Tenggara dan Indo-Pasifik yang lebih luas. Bagi investor Rusia yang tengah mencari pasar alternatif, tawaran ini menjadi celah strategis.

"Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas," ujarnya. Skema yang ditawarkan pun bukan sekadar jual-beli, melainkan mencakup produksi bersama dan pembangunan industri.

Danantara Jadi Jembatan Modal Rusia

Untuk memuluskan kerja sama ini, Prabowo memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga itu disebutnya mampu menjadi jembatan yang menyatukan modal dan kepentingan strategis kedua negara. Dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun atau setara Rp 16.000 triliun, Danantara menjadi instrumen besar untuk pembiayaan proyek bersama, termasuk potensi akuisisi blok migas.

"Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu," jelas Prabowo.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat eksplorasi migas nasional. Di tengah produksi dalam negeri yang menu-run dan ketergantungan impor energi yang masih tinggi, kehadiran investor asing dengan teknologi serta modal besar menjadi salah satu jalan keluar. Namun, respons konkret dari pengusaha Rusia terhadap tawaran ini masih dinantikan.

Reporter: Ragil