First Impression Chery Freelander 8: SUV EREV 818 DK Tanpa Logo Land Rover

Chery Jaguar Land Rover meluncurkan Freelander 8, SUV EREV 800V dengan tenaga 818 dk di Changshu, Jiangsu.
Penulis: Saiful
Sabtu, 05 September 2026 | 18:22:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Pasar SUV elektrifikasi berukuran penuh kedatangan penantang baru berdaya buas. Chery-Jaguar Land Rover (Chery-JLR) resmi meluncurkan Freelander 8, model debutan di bawah bendera jenama independen Freelander yang diproduksi di Changshu, Jiangsu.

Fase awal peluncuran langsung memicu respons agresif konsumen Tiongkok. Hingga batas penawaran awal pada 30 September, tercatat 5.000 pesanan pasti dengan uang muka tanda jadi 5.000 yuan (sekitar Rp 13 jutaan) yang bersifat non-refundable.

Tingginya angka pemesanan tersebut tidak lepas dari paket insentif awal yang cukup masif. Konsumen disodori kombinasi bonus tukar tambah 15.000 yuan, potongan pajak pembelian 10.000 yuan, gratis paket bantuan mengemudi Huawei ADS 5 senilai 21.000 yuan, hingga peningkatan fitur bawaan senilai puluhan ribu yuan.

Powertrain EREV 800V: Tenaga 818 DK dan Torsi Melimpah

Daya pikat utama Freelander 8 terletak pada rancang bangun teknisnya. SUV ini mengadopsi sistem penggerak Extended Range Electric Vehicle (EREV) berbasis tegangan tinggi 800V, menggabungkan mesin bensin 1.500 cc turbo empat silinder murni sebagai generator dengan dua motor listrik penggerak roda.

Kombinasi tersebut memuntahkan daya total 610 kW atau setara 818 dk serta torsi puncak 813 Nm. Di poros belakang, terpasang motor listrik bertenaga 250 kW yang terhubung ke transmisi dua percepatan untuk menjaga efisiensi di kecepatan tinggi.

Urusan penampung daya mengandalkan baterai CATL Freevoy berkapasitas 60,3 kWh. Lewat pengujian standar CLTC, jarak tempuh murni listriknya diklaim menembus 310 km, didukung kemampuan pengisian ultra-cepat 6C yang sanggup mengisi daya 20 persen ke 80 persen dalam kurun 12 menit.

Dimensi Masif Melebihi 5 Meter

Secara visual, Freelander 8 tampil kekar tanpa menyematkan emblem Land Rover di bagian eksterior, menandai identitasnya sebagai merek mandiri di bawah Chery-JLR. Postur bodinya tergolong raksasa untuk ukuran SUV keluarga.

  • Panjang bodi: 5.118 mm (5.185 mm jika menggunakan kait derek elektrik)
  • Lebar bodi: 2.050 mm
  • Tinggi bodi: 1.898 mm
  • Jarak sumbu roda (wheelbase): 3.040 mm

Proporsi wheelbase lebih dari tiga meter memberi indikasi kuat ruang kabin baris kedua dan ketiga yang sangat lega. Namun dengan lebar bodi menembus dua meter, manuver di jalur perkotaan sempit atau area parkir padat dipastikan membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Enam Varian Mulai Rp 814 Jutaan

Chery-JLR menyediakan total enam varian Freelander 8 untuk menjangkau rentang preferensi pembeli yang cukup lebar:

  • Varian Standar: 309.900 yuan (sekitar Rp 814 jutaan)
  • Varian Tertinggi (Flagship): 399.900 yuan (sekitar Rp 1,05 miliar)

Di rentang harga tersebut, paket asisten berkendara Huawei Qiankun ADS 5 dipasang sebagai perlengkapan standar. Sistem ini menjanjikan kapabilitas berkendara otonom level tinggi untuk navigasi tol maupun perkotaan.

Catatan Kritis: Jangan Terbuai Angka di Atas Kertas

Bagi calon konsumen, klaim spesifikasi mentereng Freelander 8 tetap perlu disikapi secara rasional. Tolok ukur jarak tempuh 310 km memakai standar pengetesan CLTC Tiongkok, yang dalam pengujian dunia nyata umumnya tereduksi antara 15 hingga 25 persen tergantung gaya berkendara dan penggunaan pendingin kabin.

Klaim pengisian 6C selama 12 menit juga membutuhkan ketersediaan stasiun pengisian daya ultra-fast charging 800V berdaya sangat tinggi yang belum tentu merata di setiap area. Selain itu, keandalan sistem Huawei ADS 5 pada unit ini belum teruji secara independen di jalan raya, terutama menyangkut konfigurasi sensor fisik yang dipasang pada bodi mobil.

Secara keseluruhan, Freelander 8 menawarkan rasio tenaga dan dimensi yang sangat kompetitif di kelas harga Rp 800 jutaan hingga Rp 1 miliaran. Namun, pembuktian durabilitas mekanikal serta kalibrasi perangkat lunaknya tetap harus menunggu unit tes pertama tiba di tangan penguji independen.

Reporter: Saiful