Pencarian

Aset BTN Tembus Rp545 Triliun, Rombak Direksi Justru Terjadi Saat Kinerja Naik

Sabtu, 05 September 2026 • 17:05:31 WIB
Aset BTN Tembus Rp545 Triliun, Rombak Direksi Justru Terjadi Saat Kinerja Naik
RUPSLB BTN pada Jumat (4/9) resmi mengganti lima direktur, termasuk posisi keuangan dan manajemen risiko.

TIRAINEWS.COM — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengganti lima direktur dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di kantor pusat BTN, Jakarta, Jumat, 4 September 2026 — bersamaan dengan momentum kinerja keuangan yang tercatat solid sepanjang semester pertama 2026.

Angka-angka di Balik Momentum Ini

Per Juni 2026, total aset BTN mencapai Rp545,16 triliun, tumbuh 12,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat Rp418,11 triliun, naik 11,17 persen secara tahunan. Yang paling mencolok adalah pertumbuhan laba bersih, yang melonjak 40,78 persen menjadi Rp2,41 triliun — jauh melampaui laju pertumbuhan aset maupun kredit, menandakan efisiensi operasional yang membaik.

Penjelasan Langsung Dirut BTN

Direktur Utama Nixon L.P. Napitupulu menegaskan kepada wartawan bahwa pergantian direksi ini tidak ada kaitannya dengan masalah kinerja. "Terdapat perubahan beberapa direksi di BTN, ada lima dari dua belas yang berubah. Ini merupakan bagian dari regenerasi, peremajaan pengelolaan perbankan yang berfokus pada sektor perumahan," ujarnya, sembari menambahkan harapan agar "BTN ke depan jauh lebih baik lagi dibanding yang sudah terjadi sampai dengan hari ini".

Kelima direktur lama — Nofry Rony Poetra, Eko Waluyo, Hirwandi Gafar, Setiyo Wibowo, dan Tan Jacky Chen — diberhentikan "dengan hormat", istilah yang lazim dipakai untuk transisi terencana, memperkuat sinyal bahwa ini bukan soal evaluasi kinerja individual.

Strategi di Baliknya

Momentum pertumbuhan laba yang kuat ini kemungkinan justru menjadi alasan BTN berani melakukan penyegaran manajemen sekarang — modal finansial yang solid memberi ruang eksekusi strategi Beyond Mortgage tanpa mempertaruhkan stabilitas jangka pendek.

Kesimpulan

Data kinerja yang kuat menjadi konteks penting untuk memahami keputusan ini: BTN merombak direksi bukan dari posisi lemah, melainkan justru saat berada di titik pertumbuhan yang solid.

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks