Pertamina Imbau Pengguna My Pertamina Jaga Kode QR BBM Subsidi

Pengguna aplikasi My Pertamina mengisi BBM subsidi dengan memindai kode QR di SPBU.
Penulis: Saiful
Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:02:01 WIB

TIRAINEWS.COM — PT Pertamina (Persero) mengimbau pengguna aplikasi My Pertamina agar tidak menyebarkan kode QR BBM subsidi kepada orang lain saat mengisi bahan bakar di SPBU. Imbauan ini menyusul keluhan warga Kendari yang menduga data barcode-nya dipakai orang lain. Pengguna diminta segera mereset kode QR setelah mengisi Pertalite.

Pjs. Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya W, menyatakan imbauan ini muncul setelah adanya keluhan warga di Kendari. Warga tersebut menduga data barcode miliknya telah dipakai orang lain untuk mengisi BBM di SPBU.

Mengapa Data QR BBM Subsidi Rentan Disalahgunakan

Menurut Okky, jika data aplikasi barcode BBM Subsidi Tepat dijaga dengan bijak, maka penyalahgunaannya dapat dicegah. Salah satu modus yang ingin ditekan adalah oknum pelangsir yang mengisi BBM untuk keuntungan pribadi.

"Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan barcode subsidi tepat, kepada siapapun agar barcode tidak digunakan untuk hal hal yg tidak diinginkan," ujar Okky.

Okky menjelaskan bahwa operator SPBU tetap memberikan pelayanan selama gambar yang tertera sesuai dengan data barcode Pertamina. Karena itu, pemilik kode QR harus berhati-hati agar datanya tidak jatuh ke tangan yang salah.

Cara Mereset dan Memperbarui Kode QR Subsidi Tepat

Bagi pengguna yang merasa datanya sudah terlanjur tersebar, Pertamina menyarankan langkah konkret. Pengguna aplikasi My Pertamina dapat mereset dan memperbarui Code QR Subsidi Tepat, baik sebelum maupun setelah mengisi BBM Pertalite di SPBU.

"Nanti akan muncul barcode yang baru yang dapat digunakan kembali untuk pembelian BBM Subsidi Tepat," ucap Okky.

Dengan memperbarui kode QR, data lama yang sudah tersebar tidak bisa lagi digunakan oleh orang lain. Langkah ini menjadi cara paling praktis untuk mengamankan akun dan mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Sidak SPBU THR oleh Satpol PP Kota Kendari

Kasat Pol PP Kota Kendari, Dasril Yamin, mengaku pihaknya langsung melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke SPBU THR. Sidak ini dilakukan untuk menegur pihak SPBU agar tidak melayani kendaraan yang mengisi BBM jika data barcode tidak sesuai dengan pemiliknya.

"Kami turun menegur langsung pihak SPBU THR melalui manajer dan seluruh operator untuk tidak melayani pengisian BBM yang tidak sesuai pelat kendaraan dan barcode yang diberikan," jelasnya.

Pihak Satpol PP juga memantau setiap pemilik kendaraan yang mengisi BBM di SPBU tersebut, terutama yang menggunakan QR Barcode Subsidi Tepat. Pengawasan ini bertujuan memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran.

Kasus Warga Atika Harli di SPBU THR

Sebelumnya, warga bernama Atika Harli memprotes operator SPBU THR di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Rabu (30/9). Ia memprotes karena data QR Code miliknya digunakan orang lain untuk mengisi BBM Subsidi.

Data aplikasi miliknya itu bahkan digunakan sejam sebelum ia sendiri mengisi BBM di SPBU tersebut. Kasus ini menjadi pemicu imbauan Pertamina agar pengguna lebih waspada menjaga data kode QR mereka.

Langkah Pencegahan bagi Pengguna My Pertamina

Pengguna aplikasi My Pertamina disarankan selalu mereset kode QR setelah selesai mengisi BBM. Jangan pernah menunjukkan atau mengirimkan gambar barcode kepada orang lain, termasuk melalui pesan singkat atau media sosial.

Jika menemukan kejanggalan saat mengisi BBM, segera laporkan ke petugas SPBU atau kanal pengaduan resmi Pertamina. Masyarakat juga diimbau tidak menggunakan jasa calo atau pihak yang menjanjikan kemudahan pengisian BBM subsidi, karena berpotensi melanggar aturan dan merugikan diri sendiri.

Reporter: Saiful