Pencarian

IFG dan Jamkrindo Kolaborasi Budaya Dorong UMKM Naik Kelas

Minggu, 27 September 2026 • 18:02:44 WIB
IFG dan Jamkrindo Kolaborasi Budaya Dorong UMKM Naik Kelas
IFG dan Jamkrindo bersinergi dorong UMKM naik kelas lewat budaya.

BANDUNG – Indonesia Financial Group (IFG) menggandeng PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo untuk memperkuat sinergi dalam memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif melalui Ruang Resonansi IFG Group 2026.

Acara bertema *"Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya"* berlangsung di Gedung IFG Life Asia Afrika, Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr Asep N Mulyana, SH, M.Hum, menyampaikan penghargaan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Ruang Resonansi IFG Group 2026 mempertemukan warisan budaya, generasi muda, seniman, komunitas, UMKM, dan pelaku usaha.

Dia menekankan bahwa warisan budaya tidak semestinya dipandang sekadar sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga bisa menjadi sumber inspirasi bagi terciptanya karya dan peluang ekonomi di masa kini.

“Saya mengapresiasi ruang bagi UMKM dalam kegiatan ini. Di balik sebuah produk terdapat kerja dan pengetahuan keluarga serta komunitas. Ketika masyarakat mengenal pembuatnya dan menghargai kualitasnya, pelestarian budaya ikut memberi manfaat ekonomi,” ujar Asep dalam sambutannya.

Asep menyampaikan tiga pesan penting kepada generasi muda. Pertama, mengenali akar budaya sebagai sumber identitas dan inspirasi berkarya. Kedua, memastikan kebebasan berkarya berjalan bersama tanggung jawab dengan tetap menghargai karya dan pelaku budaya. Ketiga, membangun kolaborasi antara seniman, komunitas, UMKM, dunia usaha, dan generasi muda.

Ia mengajak IFG Group, Jamkrindo, serta seluruh mitra untuk terus membuka akses bagi masyarakat agar dapat mengenal bangunan bersejarah sekaligus memberikan kesempatan kepada talenta dan pelaku UMKM lokal untuk berkembang.

“Warisan budaya akan terus hidup melalui perhatian dan tindakan kita. Mari jadikan Ruang Resonansi sebagai tempat untuk mendengar cerita, membangun kerja sama, dan melahirkan karya yang berakar pada identitas bangsa,” katanya.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M Riza Damanik, juga menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini termasuk dalam rangkaian ikhtiar pembinaan dan pemberdayaan UMKM supaya bisa mengembangkan usaha, menaikkan kapasitas, dan memperkokoh daya saing.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Arieck Priyatna, menilai kegiatan tersebut turut berperan dalam meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku UMKM.

Penguatan literasi keuangan dinilai penting agar pelaku usaha semakin memahami pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Direktur SDM dan Hukum IFG, Rizal Ariansyah, mengatakan budaya memiliki peran penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif karena dapat menjadi sumber inspirasi yang melahirkan berbagai karya dan peluang usaha.

“Budaya bukan hanya warisan yang perlu kita jaga, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat melahirkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi. Karena itu, melalui Ruang Resonansi, IFG ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan nilai budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Rizal.

Menurutnya, kolaborasi dalam ekosistem IFG diperlukan untuk memastikan potensi ekonomi yang lahir dari kekayaan budaya dapat terus berkembang. Dukungan terhadap UMKM dan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga penguatan ekosistem agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi karya dan produk bernilai ekonomi, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Di sinilah pentingnya sinergi antarentitas dalam ekosistem IFG,” katanya.

Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengatakan budaya dan UMKM memiliki hubungan erat. Berbagai kekayaan budaya Indonesia terus hidup melalui aktivitas pelaku UMKM, mulai dari kerajinan, kuliner, seni, musik, hingga produk kreatif lokal.

“Budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan pertumbuhan bagi UMKM. Karena itu, pelestarian budaya dan pengembangan UMKM seharusnya berjalan bersama,” ujar Abdul Bari.

Ia menjelaskan, Jamkrindo mengambil peran dalam ekosistem tersebut melalui bisnis penjaminan untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya.

“Sebagai perusahaan penjaminan, kami berkomitmen untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Penjaminan membuka kesempatan agar UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak yang lebih luas,” katanya.

Abdul Bari menilai, sinergi dalam ekosistem IFG dapat memperkuat upaya tersebut sehingga UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan membawa karya serta kekayaan budaya Indonesia ke ruang yang lebih luas.

Ruang Resonansi IFG Group 2026 juga memiliki makna tersendiri karena digelar di Gedung IFG Life Asia Afrika yang merupakan aset bersejarah. Pemanfaatan bangunan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali nilai sejarah dan budaya dalam kehidupan masyarakat sekaligus menciptakan nilai baru.

Melalui kegiatan tersebut, IFG dan Jamkrindo mendorong kolaborasi antara pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi lahirnya karya sekaligus memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian masyarakat.

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Redaksi
Profil Penulis Redaksi

Editor: Das

Lihat Profil

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks