Amran Belum Bagi Tugas ke Wamentan Baru Saleh Mustafa

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belum menetapkan pembagian tugas untuk Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa.
Penulis: Saiful
Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:02:31 WIB

TIRAINEWS.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belum menetapkan pembagian tugas untuk Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Oktober 2026. Amran memilih memberi waktu bagi mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat itu untuk beradaptasi sebelum masuk ke ritme kerja kementerian.

Saleh mengisi posisi yang kosong setelah Sudaryono meninggalkan kursi Wamentan untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Meski jabatan itu strategis, Amran menyatakan belum buru-buru menyusun pembagian kerja.

"Nanti kita bahas, biarlah dulu dia napas," kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (2/10/2026).

Fokus Amran Masih ke Lapangan

Amran menegaskan Kementerian Pertanian tetap berjalan seperti biasa selama masa transisi kepemimpinan di kursi wakil menteri. Menurutnya, kehadiran Saleh justru akan membuat kinerja kementerian semakin optimal.

"Ya nanti kita diskusi, nanti tunggu, yang jelas ini semakin optimal," ujarnya.

Menteri asal Sulawesi Selatan itu juga memastikan kunjungan kerja ke daerah tidak akan berhenti. Sawah dan lahan pertanian, katanya, berada di luar Jakarta sehingga pengecekan lapangan menjadi keharusan.

"Ya harus, ini kan sawah itu di daerah ndak ada di Jakarta, jadi harus banyak cek lapangan," terang Amran.

Siapa Saleh Mustafa

Muhammad Saleh Mustafa lahir di Ternate, 14 Maret 1969. Ia lulus dari Akademi Militer pada 1991 dan satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto. Karier militernya dibangun dari kecabangan Infanteri dengan spesialisasi di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Sepanjang perjalanan karier, ia menempuh sejumlah pendidikan militer bergengsi, mulai dari Sesarcabif, Dik PARA, Dik Komando pada 1992, Diklapa I dan II, hingga Dikreg Seskoad. Pendidikan strategis lain yang dijalaninya adalah Sesko TNI pada 2015 dan Lemhannas.

Pengalaman lapangan Saleh ditempa di Kopassus. Ia pernah menjabat Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus dan Wakil Asisten Operasi Danjen Kopassus. Pada 2012-2013, ia dipercaya memimpin Grup 1/Kopassus, salah satu unit elite dalam struktur pasukan khusus tersebut.

Jejak Jabatan Strategis di TNI AD

Setelah memimpin Kopassus, Saleh mengemban sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD. Ia menjabat Asisten Operasi Kasdam Iskandar Muda pada 2013-2015, lalu Danrem 132/Tadulako pada 2016-2017, Kasdam Jaya pada 2019-2021, dan Kaskogabwilhan II pada 2021-2022.

Puncak kariernya sebelum masuk ke Kementerian Pertanian adalah sebagai Pangkostrad dari Desember 2023 hingga Juli 2024. Sebelum diangkat menjadi Wakasad, ia sempat menjabat Inspektur Jenderal TNI dari Juli 2024 hingga Agustus 2025.

Rekam jejak di berbagai jabatan itu membuat Saleh memiliki pemahaman menyeluruh soal struktur dan operasional TNI AD. Kini tantangannya berbeda: membantu Kementerian Pertanian menjaga produksi pangan nasional, sektor yang menghadapi tekanan cuaca, alih fungsi lahan, dan kebutuhan pangan yang terus tumbuh.

Bagi Amran, menempatkan orang baru di kursi Wamentan bukan soal cepat-cepat membagi tugas, melainkan memastikan orangnya siap. Pernyataan "biarlah dulu dia napas" menunjukkan ia ingin Saleh memahami dulu medan sebelum mengambil peran lebih besar di kementerian yang menangani hajat hidup orang banyak.

Reporter: Saiful