Prabowo Minta Aset BUMN Dioptimalkan, Swasta Dilirik Masuk 2027

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai optimalisasi aset BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Penulis: Yasir
Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:21:31 WIB

TIRAINEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto meminta pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara dioptimalkan agar lebih produktif dan mendatangkan pendapatan. Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026), sebagai kelanjutan program streamlining BUMN yang berjalan sejak tahun ini. Pemerintah pun membuka peluang kerja sama lebih luas dengan swasta mulai awal 2027.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan, optimalisasi aset menjadi langkah lanjutan setelah program penyehatan BUMN berjalan. Pemerintah menilai aset besar yang dimiliki perusahaan pelat merah belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pendapatan yang dihasilkan.

Karena itu, Prabowo mengarahkan agar aset-aset BUMN dikelola lebih produktif lewat perencanaan yang baik, terukur, dan terstruktur. Arahan tersebut menjadi dasar penyusunan program konsolidasi tahap berikutnya.

Mengapa Aset BUMN Jadi Sorotan

Rosan menyebut, fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan produktivitas dan efisiensi aset BUMN. Nilai aset yang besar dianggap belum optimal menghasilkan pendapatan, sehingga perlu ada terobosan pengelolaan.

“Tadi bicara bagaimana kita meningkatkan, kan program streamlining kita di BUMN ini berjalan, nah gimana tadi dibicarakan bagaimana kita sekarang next stepnya di tahun 2027 awal itu meningkatkan, ya sekarang kita sedang lakukan, optimalisasi aset-aset BUMN, kemudian juga meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, termasuk juga kita membuka untuk kerja sama yang lebih luas kepada private sector, kepada dunia usaha,” ujar Rosan dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Pernyataan itu menegaskan bahwa optimalisasi aset bukan sekadar penataan administratif, melainkan bagian dari strategi besar mendongkrak penerimaan negara dari sektor BUMN.

Swasta Dapat Ruang Lebih Luas

Pemerintah membuka pintu bagi dunia usaha untuk terlibat dalam pengelolaan aset BUMN. Kolaborasi dengan sektor swasta disebut sebagai salah satu cara mempercepat peningkatan nilai aset yang selama ini kurang tergarap.

“Jadi program-program itu nanti kita akan susun untuk kita mulai konsolidasi yang sudah berjalan, mungkin next step-nya bagaimana kita mengoptimalisasi aset-aset ini,” tambah Rosan.

Langkah ini menandai pergeseran pendekatan: dari sekadar membenahi internal BUMN menjadi membuka kemitraan dengan pihak luar. Bagi pelaku usaha, ini membuka peluang baru di sektor-sektor yang selama ini dikuasai negara.

Tahap Awal Dimulai 2027

Program optimalisasi aset dijadwalkan mulai berjalan pada awal 2027. Pemerintah masih menyusun detail program, termasuk bentuk konsolidasi yang akan dijalankan dan skema kerja sama dengan swasta.

Rosan menekankan, seluruh rencana akan disusun secara terukur agar tidak mengganggu operasional BUMN yang sudah berjalan. Konsolidasi yang tengah berlangsung menjadi fondasi sebelum tahap optimalisasi dimulai.

Bagi investor, sinyal ini penting karena menunjukkan pemerintah serius membenahi tata kelola aset negara. Bagi masyarakat, hasil akhirnya diharapkan terasa pada layanan yang lebih efisien dan penerimaan negara yang lebih besar.

Keberhasilan program ini akan menentukan apakah aset BUMN benar-benar berubah menjadi sumber pendapatan yang sepadan dengan skalanya, atau tetap menjadi beban yang menunggu pembenahan berikutnya.

Reporter: Yasir