Gunung Ibu Erupsi 39 Kali dalam Sepekan, Kolom Abu Capai 700 Meter
TIRAINEWS.COM — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 39 kali erupsi dalam sepekan terakhir, dengan status gunung masih di Level II (Waspada). Wisatawan dan warga diminta menjauhi radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Karakter Erupsi dan Arah Sebaran Abu
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. Sebaran abu mengarah ke timur laut dan timur dari puncak gunung. Hingga laporan aktivitas terakhir, erupsi masih berlangsung.
Data PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia menunjukkan pengamatan kegempaan pada 10 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIT mencatat 104 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan durasi 33-86 detik. Selain itu, terekam 3 kali gempa guguran dan 2 kali gempa hembusan.
Status Level II dan Zona Berbahaya
Tingkat aktivitas Gunung Ibu saat ini berada di Level II (Waspada). PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Ada perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara kawah aktif. Zona ini wajib dihindari karena berpotensi terlanda material vulkanik.
Rekor Erupsi Gunung Api Indonesia 2026
Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 5.029 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur mencatat angka tertinggi dengan 1.951 kali letusan.
Gunung Ibu menyusul di posisi kedua dengan 1.682 kali erupsi sepanjang periode yang sama. Frekuensi ini menjadikan Gunung Ibu salah satu gunung api paling aktif di Indonesia pada 2026.
Dampak bagi Wisatawan dan Warga Sekitar
Bagi traveler yang berencana mendaki atau berkemah di sekitar kawasan Gunung Ibu, status Waspada ini menjadi pertimbangan utama. Aktivitas vulkanik yang masih berlangsung membuat kawasan radius 2 kilometer tertutup untuk umum.
Warga yang tinggal di desa-desa sekitar kaki gunung disarankan menyiapkan masker untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik. Arah angin yang dominan ke timur laut dan timur perlu dicermati, terutama bagi yang memiliki gangguan pernapasan.
Informasi Terkini dan Pemantauan
Pemantauan aktivitas Gunung Ibu dilakukan PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses publik. Data kegempaan dan laporan letusan diperbarui secara berkala setiap hari.
Untuk informasi terkini mengenai status dan rekomendasi keselamatan, wisatawan dapat mengonfirmasi langsung ke pos pengamatan gunung api setempat atau kanal resmi PVMBG.
Kunjungan ke kawasan Gunung Ibu sebaiknya ditunda hingga status aktivitas menurun. Jika tetap ingin menyaksikan lanskap vulkanik Halmahera Barat, pilih titik pandang dari jarak aman di luar zona berbahaya dan selalu ikuti arahan petugas lapangan.