Studi ITB Sebut Kendaraan Diesel Sumbang Polusi PM2.5 Terbesar di Jakarta

Peneliti ITB mencatat kendaraan bermotor menyumbang hampir 60 persen emisi PM2.5 di Jakarta, dengan mesin diesel sebagai kontributor terbesar.
Penulis: Saiful
Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:36:31 WIB

Data tersebut merupakan bagian dari studi kualitas udara yang dilakukan peneliti ITB di Ibu Kota. Temuan ini mempertegas posisi sektor transportasi sebagai sumber utama polusi udara perkotaan, khususnya dari emisi kendaraan bermotor.

Beban Polusi dari Mesin Diesel dan Bensin

Jika digabungkan, kendaraan bermotor menyumbang hampir 60 persen dari total emisi PM2.5 di Jakarta. Angka ini menunjukkan dominasi yang sangat besar dari sektor transportasi dibandingkan sumber polusi lain seperti industri atau pembangkit listrik.

Kontribusi mesin diesel yang lebih tinggi dari bensin menarik dicermati. Sebab, jumlah kendaraan berbahan bakar solar di jalanan Jakarta jauh lebih sedikit dibandingkan kendaraan bensin, namun dampak emisinya justru lebih besar karena karakteristik pembakaran dan jenis bahan bakarnya.

Implikasi untuk Pemilik Kendaraan dan Regulasi

Temuan ini membuka ruang diskusi mengenai perlunya pengendalian emisi yang lebih ketat untuk kendaraan diesel. Salah satu opsi yang kerap disuarakan adalah penerapan ambang batas emisi yang lebih rendah untuk mobil-mobil bermesin diesel yang masuk ke kawasan perkotaan.

Bagi pemilik kendaraan diesel pribadi, hasil studi ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk lebih rutin melakukan perawatan mesin. Filter partikel diesel yang kotor atau sistem injeksi yang tidak terkalibrasi bisa meningkatkan emisi secara signifikan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga punya pekerjaan rumah untuk memperketat uji emisi kendaraan. Pengawasan terhadap angkutan umum dan truk logistik yang mayoritas memakai mesin diesel menjadi titik krusial, mengingat usia armada yang umumnya lebih tua.

Perbandingan dengan Sumber Polusi Lainnya

Selain kendaraan diesel dan bensin, studi ITB juga memetakan sumber emisi lain seperti pembakaran sampah terbuka, industri, dan pembangkit listrik. Namun, porsinya jauh lebih kecil dibandingkan sektor transportasi.

Data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan darurat polusi udara. Langkah seperti pembatasan kendaraan tua atau insentif untuk kendaraan listrik bisa diarahkan lebih spesifik pada jenis kendaraan yang emisinya paling tinggi, bukan sekadar membatasi jumlah kendaraan secara umum.

Reporter: Saiful