Danantara Resmi Bentuk Anak Usaha DSI, Tony Wenas hingga Mari Elka Pangestu Masuk Jajaran Direksi

Danantara Indonesia resmi membentuk anak usaha DSI dengan mengumumkan jajaran direksi yang mencakup Tony Wenas dan Mari Elka Pangestu.
Penulis: Ragil
Senin, 24 Agustus 2026 | 20:02:01 WIB

Jajaran Pengurus DSI: Kombinasi Eksekutif Tambang dan Ekonom Senior

TIRAINEWS.COM — Kehadiran Tony Wenas dan Mari Elka Pangestu di tubuh DSI menandai langkah serius dalam pengelolaan sumber daya alam nasional. Tony dikenal sebagai sosok yang memimpin operasional tambang emas terbesar di Indonesia, sementara Mari memiliki pengalaman luas di lembaga keuangan global dan pemerintahan.

Keduanya akan duduk bersama jajaran pengurus lain yang diumumkan secara resmi oleh Danantara Indonesia. Susunan lengkap pengurus ini menjadi sinyal bahwa DSI akan bergerak dengan tata kelola profesional dan pengawasan ketat.

Bukan Lapisan Birokrasi Baru, Ini Peran Sebenarnya

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa kehadiran DSI bukan dimaksudkan untuk menambah lapisan birokrasi maupun mengambil alih fungsi regulator. Seluruh kewenangan perizinan, pengaturan, dan pengawasan tetap berada di tangan kementerian dan lembaga yang berwenang.

Peran DSI justru difokuskan pada penguatan titik verifikasi dalam aliran data dan transaksi ekspor. Cakupannya meliputi pemeriksaan kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, hingga penyelesaian pembayaran dan repatriasi devisa.

Fokus Awal: Tiga Komoditas Senilai USD70 Miliar

Pada tahap awal, DSI akan berkonsentrasi pada tiga komoditas strategis nasional: batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan ferroalloy. Total nilai transaksi dari ketiga komoditas ini diperkirakan mencapai sekitar USD70 miliar.

Pemilihan tiga komoditas tersebut bukan tanpa alasan. Batu bara dan CPO merupakan penyumbang devisa ekspor terbesar Indonesia, sementara ferroalloy menjadi bahan baku penting bagi industri baja nasional yang tengah berkembang pesat.

Dengan verifikasi yang lebih ketat pada aliran data dan transaksi, DSI diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan kepastian penerimaan negara dari sektor ekspor komoditas.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pengawasan devisa hasil ekspor dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kehadiran tokoh-tokoh berpengalaman di jajaran pengurus DSI menjadi modal awal untuk menjalankan mandat tersebut secara kredibel.

Reporter: Ragil