Kabar ini penting bagi pengendara yang kerap melintasi jalur penghubung Sumatra Selatan dan Jambi. Setelah menikmati fasilitas tanpa biaya selama hampir dua tahun, ruas tol strategis ini kini resmi berbayar.
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 7427/KPTS/Mn/2026 yang mengatur golongan kendaraan dan besaran tarif. Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyebut masa gratis sebelumnya memang dilakukan secara bertahap.
"Sebelumnya, jalan tol ini dioperasikan tanpa tarif secara bertahap, yakni segmen Bayung Lencir-Tempino sejak 17 Oktober 2024 dan segmen Tempino-Simpang Ness sejak 14 September 2025," jelas Iwan di Jambi, Jumat (21/8/2026).
Rincian Tarif Tol Bayung Lencir-Simpang Ness per Golongan
Besaran tarif dibedakan berdasarkan jenis kendaraan. Golongan I untuk mobil pribadi, golongan II dan III untuk truk kecil serta bus, sementara golongan IV dan V diperuntukkan bagi truk besar dengan sumbu lebih banyak.
Untuk perjalanan dari Gerbang Tol (GT) Bayung Lencir menuju Tempino atau sebaliknya, pengendara golongan I dikenakan tarif Rp 51.500. Sementara kendaraan golongan II dan III membayar Rp 77.000, dan golongan IV serta V sebesar Rp 102.500.
Jika perjalanan dilanjutkan hingga GT Simpang Ness/Pijoan dari Bayung Lencir, tarifnya naik menjadi Rp 79.000 untuk golongan I, Rp 118.500 untuk golongan II dan III, serta Rp 158.000 untuk golongan IV dan V.
Sementara itu, pengendara yang hanya melintas dari Tempino menuju Simpang Ness/Pijoan atau sebaliknya cukup menyiapkan uang elektronik sebesar Rp 28.000 untuk golongan I. Tarif untuk golongan II dan III tercatat Rp 41.500, dan golongan IV serta V Rp 55.000 (untuk arah Tempino-Simpang Ness) atau Rp 55.500 (arah sebaliknya).
Efisiensi Waktu dan Imbauan Transaksi Non-Tunai
Kehadiran tol ini bukan sekadar memangkas jarak. Sebelumnya, perjalanan antarprovinsi yang menempuh rute darat biasa memakan waktu sekitar dua jam. Kini, pengendara bisa tiba di tujuan hanya dalam 40 menit, sebuah lompatan efisiensi yang signifikan bagi distribusi logistik maupun mobilitas warga.
Menyusul berlakunya tarif, Hutama Karya mengingatkan para pengguna untuk memastikan transaksi elektronik berjalan lancar. Iwan menegaskan kesiapan saldo dan kondisi kartu menjadi kunci agar tidak terjadi antrean di gerbang tol.
"Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kartu uang elektronik dalam kondisi baik dan saldo mencukupi sebelum memasuki jalan tol," ujarnya.
Ia juga meminta pengemudi mencermati skema tarif sesuai gerbang tujuan masing-masing. Hal ini untuk menghindari penumpukan kendaraan di pintu keluar, terutama pada jam-jam sibuk akhir pekan.
Dengan beroperasinya tol ini secara penuh berbayar, konektivitas darat antara Sumsel dan Jambi kini memasuki era baru yang lebih modern, meski konsekuensi biaya perlu dianggarkan para pengguna rutin.