Pencarian

OMI 2026 Kota Pekanbaru Pecahkan Rekor, 1.045 Siswa Bertanding

Kamis, 03 September 2026 • 16:48:58 WIB
OMI 2026 Kota Pekanbaru Pecahkan Rekor, 1.045 Siswa Bertanding
1.045 siswa pecahkan rekor di OMI 2026 Kota Pekanbaru.

PEKANBARU — Kompetisi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kota Pekanbaru mencetak rekor baru dengan partisipasi 1.045 pelajar yang berasal dari 144 lembaga pendidikan. Acara tahunan ini secara resmi dimulai oleh Kementerian Agama (Kemenag) setempat di Pondok Pesantren Dar El Hikmah pada Kamis (3/9/2026). Mengusung gagasan "Islam, Sains, dan Ekologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju", event ini menjadi wadah unjuk kemampuan akademik.

Sebanyak 2.813 individu hadir dalam seremoni pembukaan tersebut. Rinciannya adalah 1.112 peserta didik beserta pelatih olimpiade dari 144 institusi pendidikan, 1.500 santri dari Ponpes Dar El Hikmah, 144 pimpinan madrasah/sekolah, 15 pengawas madrasah, serta 42 undangan khusus. Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru didampingi pejabat daerah dan pengurus yayasan menandai pembukaan dengan pukulan rebana, disusul pelepasan balon ke udara, pertunjukan paduan suara berjudul "Gerak Meraih Kemenangan", dan atraksi tari kolosal yang melibatkan lebih dari 200 santri.

Untuk jenjang SMA/MA, terdapat 37 sekolah/madrasah yang berlaga dalam enam kategori keilmuan: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi. Tingkat SMP/MTs diikuti oleh 57 lembaga yang bersaing pada tiga cabang, yaitu Matematika, IPA, dan IPS Terintegrasi. Adapun jenjang SD/MI, jumlahnya mencapai 50 sekolah/madrasah dalam dua disiplin ilmu, Matematika serta IPAS Terintegrasi.

Tingginya animo tersebut dinilai sebagai bukti dedikasi madrasah di seluruh Kota Pekanbaru untuk memperkokoh budaya akademik dan potensi pelajar. H. Syahrul Mauludi, pimpinan Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, dalam pidatonya menyampaikan bahwa OMI lebih dari sekadar rutinitas tahunan; ini adalah medium untuk membangun karakter ilmiah yang dilandasi moral.

"Kemenangan adalah konsekuensi alami dari dedikasi. Prioritas kami adalah membimbing peserta didik agar memaknai perjalanan, mengedepankan sportivitas, dan menanamkan nilai-nilai keilmuan yang hakiki. Kami yakin OMI mampu mencetak generasi unggul dan berakhlak, sejalan dengan cita-cita madrasah yang Maju, Bermutu, dan Mendunia," ungkapnya.

Ujian yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada 7-9 September 2026 tersebut dilaksanakan di tiga titik berbeda, yaitu Ponpes Dar El Hikmah, MAN 1 Pekanbaru, dan MAN 2 Pekanbaru. Informasi ini disampaikan oleh H. Zulfa Hendri selaku pimpinan komite penyelenggara OMI 2026 merangkap Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pekanbaru. Metode Computer Based Test (CBT) diterapkan untuk menjamin keterbukaan, keandalan, dan integritas penilaian.

"Evaluasi jawaban berlangsung otomatis dan tersinkronisasi ke pusat. Dengan total 11 mata pelajaran yang diperlombakan, mekanisme seleksi akan memilih masing-masing tiga pemenang per bidang. Nantinya, 33 kontestan potensial akan diumumkan pada 14 September 2026. Upacara penghargaan bagi para juara dijadwalkan dua hari berselang, dan mereka diproyeksikan menjadi utusan Kota Pekanbaru di ajang OMI Provinsi Riau yang dimulai awal Oktober 2026," jelasnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan komitmen penuh terhadap kesuksesan acara ini. Indra Maulana selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) berjanji untuk mendampingi dan memfasilitasi para pemenang hingga ke jenjang nasional. Di sisi lain, pemimpin Ponpes Dar El Hikmah, Buya H. Amran Suardi, mengutarakan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan karena telah ditunjuk sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan. Hal ini juga bertepatan dengan perayaan 35 tahun eksistensi pondok tersebut dalam dunia pendidikan.

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks