Pencarian

5 Masker Penahan Abu Vulkanik yang Direkomendasikan Dokter Paru

Rabu, 09 September 2026 • 06:03:01 WIB
5 Masker Penahan Abu Vulkanik yang Direkomendasikan Dokter Paru
Masker N95 direkomendasikan sebagai alat pelindung pernapasan paling efektif untuk menyaring partikel abu vulkanik di udara.

TIRAINEWS.COM — Abu vulkanik mengandung partikel tajam dan bersifat asam. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menegaskan bahaya zat ini terhadap paru-paru jika tidak disaring dengan baik.

Pemerintah pun terus mengimbau warga di wilayah terdampak untuk disiplin memakai alat pelindung diri. Berikut rekomendasi masker dari para pakar kesehatan untuk menghadapi situasi ini.

1. Masker N95

Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K), menyebut N95 sebagai pilihan paling efektif. Masker ini dirancang khusus untuk menyaring partikel halus di udara.

"N95 itu masker yang bisa menahan 95% partikel yang ada di udara. Jadi yang masuk itu tetap ada, tapi cuma 5%, jadi lebih sedikit masuknya," jelas Prof. Faisal pada Senin (7/9/2026).

2. Masker Duckbill (Model Biasa)

Jika N95 tidak tersedia, masker biasa seperti model duckbill masih lebih baik daripada tidak memakai pelindung sama sekali. Prof. Faisal mengungkapkan masker jenis ini tetap memberikan perlindungan dasar.

Namun, perlu diingat bahwa kemampuan filtrasinya terhadap partikel halus jauh lebih rendah. Masker ini hanya opsi darurat, bukan standar ideal untuk kawasan dengan sebaran abu tebal.

3. Masker Bedah (Surgical Mask)

Wakil Ketua I Pengurus Pusat PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, merinci tingkatan perlindungan masker bagi masyarakat terdampak. Masker bedah termasuk dalam kategori yang bisa digunakan untuk aktivitas di luar ruangan berdurasi pendek.

Pastikan masker menutupi hidung dan mulut dengan rapat tanpa celah. Efektivitasnya meningkat jika digunakan bersamaan dengan menjaga jarak dari sumber abu.

4. Masker Kain Berlapis

Untuk kondisi abu yang tidak terlalu pekat, masker kain berlapis bisa menjadi alternatif. Meski begitu, dr. Sukamto menekankan pentingnya mengganti masker secara rutin.

"Ganti masker bila sudah basah, kotor, atau tersumbat abu," tegas dr. Sukamto. Masker yang tersumbat partikel justru menyulitkan pernapasan dan mengurangi fungsinya.

5. Masker Khusus Anak (Jika Tersedia)

Untuk anak kecil, perlindungan terbaik adalah tetap berada di dalam rumah. dr. Sukamto menjelaskan bahwa masker N95 umumnya tidak bisa menutup wajah anak dengan rapat, sehingga efektivitasnya menurun drastis.

Jika anak harus keluar rumah, gunakan masker berukuran anak yang pas di wajah. Namun, prioritas utama tetaplah meminimalkan paparan langsung terhadap udara terbuka.

Peringatan: Jangan Basahi Masker

Kebiasaan membasahi masker sebelum dipakai justru berbahaya. dr. Sukamto menyebut praktik ini menciptakan "rasa aman palsu" karena masker basah lebih sulit ditembus udara, membuat pernapasan terasa berat.

Kondisi lembap pada masker juga berisiko menjadi media pertumbuhan kuman. Sebaiknya gunakan masker dalam keadaan kering dan ganti segera jika terkena air atau keringat berlebih.

Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau per 7 September 2026 mengarah ke Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Gunung lain seperti Semeru, Lewotobi Laki-laki, dan Sinabung juga masih berstatus waspada. Lindungi saluran pernapasanmu dengan masker yang tepat.

Sumber: mediaindonesia.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks