TIRAINEWS.COM — Letusan Gunung Sinabung yang berada di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo itu terjadi siang hari. Hasil pemantauan instrumental dan pengecekan lapangan menunjukkan kolom abu mengarah ke permukiman dan jalur wisata populer menuju Berastagi—destinasi favorit untuk berburu pemandangan pegunungan dan kebun sayur khas dataran tinggi.
Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengungkapkan bahwa kebutuhan masker di lokasi pengungsian dan posko sangat mendesak. Timnya yang bertugas di Posko Terpadu langsung menerima pasokan begitu bantuan tiba.
"Penghargaan setinggi-tingginya kami berikan atas kepedulian Pertamina kepada masyarakat, termasuk kepada kami Tim Satgas yang berada di Posko Terpadu Penanganan Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Terimakasih atas perhatian dan bantuannya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya saat serah terima bantuan.
Kenapa Masker Jadi Kebutuhan Kritis?
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikelnya halus, keras, dan tajam karena mengandung silika. Jika terhirup dalam jumlah banyak, bisa memicu iritasi saluran pernapasan hingga gangguan pernapasan akut—risiko nyata bagi siapa pun yang berada di sekitar area terdampak, termasuk traveler yang sedang liburan.
Untuk itu, pendistribusian masker difokuskan di titik-titik yang paling rawan paparan. Pertamina membagikannya ke masyarakat sekitar lereng Sinabung, Tim Satuan Tugas (Satgas) Posko Terpadu BPBD Kabupaten Karo, serta di beberapa SPBU sepanjang rute Kota Berastagi hingga Kabupaten Karo.
Rute Berastagi–Karo: Titik Krusial yang Wajib Diwaspadai Traveler
Kota Berastagi berada tepat di jalur penyebaran abu yang bergerak ke timur-tenggara. Artinya, siapa pun yang tengah melintas atau singgah di kota buah ini berpotensi terpapar. SPBU-SPBU yang berada di sepanjang jalur tersebut kini menjadi shelter darurat sekaligus lokasi pembagian masker gratis.
Total 5.695 masker telah disalurkan. Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa aksi tanggap darurat ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Melalui aksi tanggap ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat," tutup Fahrougi.
Tips Aman Buat Wisatawan di Sekitar Gunung Aktif
Jika Anda sedang berada atau hendak berwisata ke kawasan Tanah Karo, mitigasi sederhana bisa mengurangi risiko:
- Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama jika area terlihat berkabut abu
- Gunakan kacamata pelindung untuk mencegah iritasi mata
- Hindari titik pengungsian kecuali ada keperluan mendesak
- Pantau arahan BPBD dan PVMBG; status gunung bisa berubah kapan saja
- Simpan nomor posko terpadu BPBD setempat sebelum memulai perjalanan
Tindakan Pertamina Patra Niaga menunjukkan bahwa perusahaan energi bisa hadir lebih dari sekadar penyedia BBM di SPBU—tetapi juga sebagai mitra tanggap darurat. Bagi wisatawan, kehadiran bantuan di jalur utama ini memberi rasa aman bahwa mereka tidak berjalan sendirian di kawasan rawan bencana.
Situasi erupsi masih perlu dipantau. Sebelum berangkat ke Berastagi atau kawasan Karo lainnya, cek info resmi dari BPBD Sumatera Utara atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Persiapan matang selalu menjadi kunci perjalanan yang aman dan menyenangkan.