Tirainews.com - PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi warga terdampak galodo dan banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, melalui Pegadaian Cabang Solok.
Bantuan diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok agar disalurkan kepada masyarakat dan pengungsi sesuai kebutuhan di lapangan.
Penyaluran ini wujud kepedulian dan komitmen Pegadaian dalam membantu masyarakat saat situasi tanggap darurat bencana. Bantuan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama bahan pangan dan perlengkapan selama berada di pengungsian.
Bantuan sembako yang diberikan mencakup 52 karung beras ukuran 10 kilogram, 55 dus minyak goreng, 7 karung gula pasir, dan 13 dus sarden. Pegadaian juga menyerahkan perlengkapan bagi masyarakat dan pengungsi, khususnya kebutuhan balita dan wanita, seperti popok bayi (pampers), pembalut, serta perlengkapan mandi.
Penyaluran dilakukan melalui Pegadaian Cabang Solok dengan berkoordinasi bersama BPBD Kabupaten Solok supaya bantuan diterima dan didistribusikan secara tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Agus Riyadi, menuturkan bahwa kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberi manfaat dan membantu meringankan kebutuhan warga dalam kondisi darurat.
“Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi dan menyampaikan empati kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana galodo. Melalui bantuan ini, Pegadaian ingin hadir dan memberikan dukungan nyata, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan para pengungsi selama masa tanggap darurat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit,” ujar Agus Riyadi, Rabu (23/9/2026).
Agus menambahkan, Pegadaian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan bantuan sosial yang diberikan tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Dalam penanganan bencana, sinergi dan gotong royong menjadi hal yang sangat penting. Pegadaian siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait agar dukungan yang diberikan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Kami juga berharap proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Nopelius, ST, MT, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan Pegadaian terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pegadaian yang telah memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok. Bantuan berupa kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, gula dan sarden, serta selimut dan pakaian ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan pengungsi selama masa tanggap darurat. Bantuan ini akan kami salurkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan,” ujar Nopelius.
Nopelius juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penanganan bencana, terutama pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Penanganan bencana membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Kami berharap kepedulian seperti ini dapat terus terjalin sehingga kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat ditangani bersama secara optimal,” tambahnya.
Penyaluran bantuan itu sejalan dengan komitmen Pegadaian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian Peduli, khususnya dalam memberi dukungan kepada masyarakat yang menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
Dalam berbagai aksi tanggap bencana, Pegadaian mengutamakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga kebencanaan agar bantuan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Bencana galodo dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok membuat pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari mulai 22 September 2026, dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas penanganan.
Pegadaian berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Solok.