PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memanfaatkan lebih dari 22 juta batang rokok ilegal yang ditangkap Bea Cukai dan Kejati Riau untuk diolah sebagai pupuk kompos yang bernilai guna.
Kegiatan pemusnahan dengan cara di cacah dilakukan oleh Kejati, Bea Cukai dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di UPT Pengelolaan Komposting Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Jalan Ronggo Warsito, Kamis (23/4/2026).
Setelah dicacah, tembakau rokok yang dimusnahkan diolah kembali oleh DLHK Pekanbaru menjadi pupuk kompos yang bernilai guna.
Kajati Rau Sutikno mengapresiasi adanya program Walikota Pekanbaru Agung Nugroho yang memanfaatkan limbah rokok sebagai kompos.
"Ternyata ada program dari Pemko Pekanbaru ini membuat kompos, ini jadi satu karya yang positif," kata Sutikno.
Ia juga mengapresiasi Walikota Pekanbaru Agung Nugroho yang dapat memfasilitasi pengolahan tembakau dari rokok barang bukti yang dimusnahkan diolah menjadi pupuk kompos dan produk yang bernilai.
"Sampah ini jadi bernilai ekonomis, setidaknya bisa dimanfaatkan jadi pupuk. Dari sesuatu yang tidak bernilai diubah jadi produk yang bernilai ekonomis," cakapnya lagi.
Sementara itu Walikota Agung Nugroho menyebut, ini merupakan bentuk sinergi antara Pemko Pekanbaru dan Kejati Riau dalam kegiatan pengolahan sampah.
"Rumah kompos ini didirikan tujuannya untuk mengurangi sampah. Mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Yang dulunya pemusnahan barang bukti ini dibakar atau dihancurkan, hari ini bisa dimanfaatkan menjadi kompos," kata Agung.
Menurutnya, olahan kompos dari tembakau ini memiliki kualitas yang cukup baik. Agung mengatakan, hasil pengolahan kompos ini bakal diberikan kepada masyarakat secara gratis.
Sementara itu, Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra mengatakan, pengolahan 22 juta batang rokok sitaan ini menjadi kompos siap pakai bisa memakan waktu hingga satu bulan.
"Ada beberapa rangkaian, kita pisah yang non organik. Kita cacah dulu kemudian disiram molase, dijemur dan diayak hingga jadi kompos," pungkasnya
"Nantinya kompos akan dibagikan ke petani," tambahnya.