Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031

Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 pada Muktamar NU ke-35.
Penulis: Fajar
Jumat, 04 September 2026 | 05:31:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Keputusan ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, bersama sejumlah kiai sepuh lainnya. Sebelum pemungutan suara, Gus Kikin telah menerima restu tertulis dari Rais Aam terpilih, Miftahul Achyar, yang kemudian dipilih untuk masa khidmah yang sama.

AHWA Kerja Berhari-hari Sebelum Sidang Pleno V

Proses penentuan ketua umum tidak berlangsung di ruang terbuka. Delapan anggota AHWA melakukan musyawarah tertutup sejak sebelum pembukaan muktamar. Barulah pada Sidang Pleno V, nama Gus Kikin diumumkan setelah meraih suara tertinggi—472 suara—mengungguli empat kandidat lain.

Perolehan itu diumumkan di hadapan para muktamirin yang menunggu hasil sejak sore. Gus Kikin disebut melanjutkan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dipegang KH Yahya Cholil Staquf.

Gus Ipul: Peserta Tidak Ada Susupan, Semua Berbasis Data

Saat konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (3/9), Gus Ipul menegaskan tidak ada peserta gelap yang lolos dalam muktamar kali ini. Ia menjelaskan kepesertaan diproses berjenjang mulai dari penerbitan SK, daftar sementara, hingga daftar tetap.

"Penyelenggaraan muktamar kali ini. Tertib, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Pesertanya pun tidak ada susupan," kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (3/9).

Menurut Gus Ipul, sistem verifikasi peserta muktamar kini memanfaatkan teknologi chip dan kecerdasan buatan. Hal ini, kata dia, meminimalkan celah manipulasi kehadiran serta menjaga keabsahan setiap keputusan yang diambil forum.

Gus Kikin dan Warisan Tradisi Tebuireng

Gus Kikin merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia dipercaya meneruskan perjuangan mendiang KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah yang wafat pada 2020.

Nama Gus Kikin mulai mencuat dalam dinamika internal NU setelah ia aktif mengelola pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy'ari tersebut. Kiprahnya sebagai pengasuh dianggap selaras dengan kebutuhan organisasi untuk merawat tradisi sekaligus membuka ruang pembaruan.

Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang bertugas menyukseskan muktamar di Tambakberas. Menurutnya, kerja panitia selama hampir dua tahun terakhir berjalan tanpa gangguan berarti hingga puncak acara rampung sesuai jadwal.

Reporter: Fajar