Film Bucking Fastard Raih Standing Ovation 6 Menit di Venice Film Festival
TIRAINEWS.COM — Sambutan hangat langsung menyapa film ini. Para penonton dan juri memberikan penghormatan lewat standing ovation berdurasi enam setengah menit bagi Herzog serta jajaran pemeran utama.
Sinopsis dan Premis: Kisah Nyata Si Kembar yang Berbicara Kompak
Bucking Fastard menampilkan aktris bersaudara Kate Mara dan Rooney Mara sebagai Jean dan Joan Holbrooke. Karakter ini digambarkan sebagai dua perempuan asal Irlandia yang memiliki koneksi psikis unik: berbicara serempak, berbagi mimpi yang sama, hingga mencintai pria yang sama.
Konflik memuncak saat mantan kekasih sekaligus tetangga mereka, Gareth Mulroney (diperankan Orlando Bloom), menikahi perempuan lain. Dua saudari ini melancarkan serangkaian aksi pembakaran dan teror kriminal demi merebut Gareth kembali, memicu sensasi di media massa lokal, hingga seorang pekerja sosial (Domhnall Gleeson) ditugaskan mendampingi mereka.
Keduanya kemudian pindah ke kawasan pesisir barat Irlandia bersama sang bibi (Marion O'Dwyer). Di sana, mereka mulai menggali terowongan di pegunungan batu dengan keyakinan rute tersebut bakal menembus Kepulauan Orkney, tempat mitis yang mereka percaya menyimpan cinta sejati.
Kisah ini terinspirasi lepas dari riwayat nyata Freda dan Greta Chaplin. Saudara kembar identik asal York, Inggris, tersebut sempat mengguncang pemberitaan pada 1981 karena selalu berbicara bersamaan.
Tantangan Akting Sinkron Kate dan Rooney Mara
Berakting selaras tanpa jeda menjadi tantangan teknis terberat bagi kedua pemeran. Kate Mara mengaku sempat gugup membayangkan proses eksekusi adegan yang menuntut sinkronisasi total.
Kate Mara mengungkapkan:
“Rasanya mirip sekali dengan menyanyikan lagu, ada ritmenya. Begitu kami menemukan ketukan lagunya—yang terjadi jauh lebih cepat dari dugaan kami—semuanya terasa masuk akal.”
Rooney Mara menambahkan bahwa mereka sempat menyewa pelatih vokal khusus sebelum masuk ke lokasi syuting. Latihan intensif tersebut membantu keduanya menemukan keselarasan gerak dan tempo bicara secara organik di depan kamera.
Proses Syuting Kilat dan Klarifikasi Werner Herzog
Werner Herzog menulis naskah film ini dalam tempo singkat, yakni lima hari. Tahap praproduksi rampung dalam enam pekan, dilanjutkan dengan sesi latihan selama dua pekan sebelum jadwal produksi dimulai.
Herzog juga menepis reputasi liarnya di masa lalu, termasuk anekdot ekstrem dari lokasi syuting Fitzcarraldo (1982) hingga Aguirre, the Wrath of God (1972). Sutradara gaek ini menegaskan profesionalismenya di lapangan.
Werner Herzog menegaskan:
“Saya orang yang paling terorganisasi, paling fokus, dan paling ramah yang pernah Anda temui di lokasi syuting. Titik. Sisanya hanyalah kegilaan media yang ingin mengarang figur fiksi tentang Werner Herzog.”
Disiplin tersebut dibuktikan lewat efisiensi pengambilan gambar. Herzog rata-rata hanya membutuhkan dua hingga tiga take untuk merampungkan sebuah adegan bersama Mara bersaudara.
Hak Distribusi Global HanWay Films
Kesuksesan pemutaran di Venesia membuka jalan lebar bagi peredaran internasional film ini. Agensi penjualan internasional HanWay Films kini memegang kendali penuh atas distribusi global Bucking Fastard.
Kehadiran film ini mempertegas daya pikat Werner Herzog yang konsisten melahirkan karya sinema unik di sirkuit festival film kelas dunia.