Pencarian

Bara Api Muncul Lagi di Lahan Gambut Indragiri Hilir, BPBD Riau Siagakan Personel di Sungai Beringin

Sabtu, 05 September 2026 • 15:04:31 WIB
Bara Api Muncul Lagi di Lahan Gambut Indragiri Hilir, BPBD Riau Siagakan Personel di Sungai Beringin
Personel BPBD Damkar Riau bersiaga di bekas lokasi karhutla Sungai Beringin, Tembilahan, menyusul munculnya kembali titik api di lahan gambut.

PEKANBARU — BPBD Damkar Provinsi Riau memilih bertahan di lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Keputusan ini diambil menyusul laporan kemunculan kembali titik api di kawasan gambut yang sebelumnya telah dinyatakan padam oleh tim darat dan udara.

Kawasan seluas sekitar 10 hektare yang terdiri dari semak belukar dan perkebunan kelapa tersebut mulanya terbakar sejak 27 Agustus 2026. Meski proses pemadaman intensif telah berhasil menekan kobaran api hingga tinggal menyisakan kepulan asap tipis, bara di dalam tanah rupanya belum sepenuhnya mati.

Kepala BPBD Damkar Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, membenarkan situasi tak terduga yang terjadi di lapangan tersebut.

"Kemarin kan sudah padam, rupanya dilaporkan titik api muncul lagi," kata Kepala BPBD Damkar Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Sabtu (5/9/2026).

Antisipasi Bara Gambut Membesar Kembali

Karakteristik tanah gambut yang kering dan mudah terbakar menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Api yang berada di lapisan bawah kerap kali tidak terlihat dari permukaan dan sewaktu-waktu dapat menyala kembali saat tertiup angin kencang.

Untuk menekan risiko kebakaran meluas kembali, otoritas penanggulangan bencana daerah memutuskan tidak menarik seluruh sarana dan prasarana dari lokasi kejadian. Tim pemadam tetap ditempatkan di titik-titik rawan tersebut.

"Personel pemadam dengan peralatan distandmbykan di bekas lokasi tersebut. Namun jumlahnya tidak banyak," ujar Edy Afrizal.

Pemadaman Karhutla Berlangsung di Lima Kabupaten

Sebelum titik api kembali terpantau di Sungai Beringin, satu unit helikopter water bombing sempat dikerahkan untuk membasahi area perkebunan kelapa tersebut dari udara. Armada udara itu kemudian sempat dialihkan ke wilayah lain seperti Indragiri Hulu, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti karena api di Sungai Beringin dinilai telah terkendali.

Konsentrasi penanganan karhutla di Riau saat ini memang harus terbagi ke sejumlah titik rawan. Selain di Indragiri Hilir, tim gabungan masih terus berjibaku memadamkan kebakaran lahan di empat kabupaten lainnya, yakni Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Siak, dan Bengkalis.

"Helikopter water bombing juga dikerahkan ke lokasi karhutla untuk membantu proses pemadaman. Saat ini terdapat empat helikopter di Riau, namun dua di antaranya masih proses perbaikan," pungkas Edy dikutip dari MCRiau.

Upaya pemadaman di seluruh titik karhutla tersebut terus digencarkan lewat koordinasi jalur darat dan udara guna memastikan bara di lapisan gambut benar-benar padam total.

Sumber: halloriau.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks