Cegah Stunting Anak, Murung Raya Genjot Edukasi Gizi dan Pengasuhan

Kader posyandu mengikuti sosialisasi DASHAT di Desa Penyang, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya.
Penulis: Sutomo
Senin, 21 September 2026 | 09:02:01 WIB

TIRAINEWS.COM — Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan menentukan kualitas tumbuh kembang anak, dan di Murung Raya, Kalimantan Tengah, upaya penguatan gizi keluarga terus digenjot lewat sosialisasi DASHAT. Ibu hamil, ibu menyusui, hingga kader posyandu dilibatkan langsung. Berikut rangkuman program dan pesan pentingnya bagi keluarga dengan balita.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB) Kabupaten Murung Raya menggelar Sosialisasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Desa Penyang, Kecamatan Murung, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menyasar kader posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita.

Tujuan utamanya, meningkatkan pemahaman masyarakat soal pemenuhan gizi sejak masa kehamilan sampai anak berusia dua tahun. Masa itu dikenal sebagai periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Mengapa 1.000 Hari Pertama Kehidupan Begitu Menentukan

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DP3ADALDUKKB Murung Raya, Sholihatul Amaliah, S.E., M.IP., menyebut periode ini sebagai fondasi kualitas tumbuh kembang anak di masa depan. Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan memenuhi asupan gizi.

Pola pengasuhan yang tepat, pemantauan kesehatan ibu dan anak secara rutin, serta keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat sama pentingnya. Semua elemen ini saling melengkapi dalam upaya menekan angka stunting.

DASHAT dan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal

Program DASHAT menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Bahan pangan lokal dinilai mudah diperoleh dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita jika diolah dengan baik.

“Melalui program DASHAT, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penyediaan makanan bergizi yang berbahan lokal, mudah diperoleh, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui peran aktif keluarga dan seluruh kader di lapangan,” ujar Sholihatul.

Materi Edukasi yang Diterima Peserta

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi ibu dan anak. Praktik pengasuhan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal juga menjadi bagian dari materi.

Ibu hamil dan ibu menyusui yang hadir bisa langsung memahami kaitan antara asupan gizi harian dan tumbuh kembang anak. Kader posyandu diharapkan meneruskan informasi ini ke keluarga lain di wilayahnya.

Peran Keluarga dan Kader di Lapangan

Keberhasilan pencegahan stunting bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Keluarga menjadi ujung tombak karena merekalah yang mengatur pola makan dan pengasuhan sehari-hari.

DP3ADALDUKKB Kabupaten Murung Raya berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini. Dengan kerja sama semua pihak, upaya percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Yang Perlu Ibu Perhatikan Selama Masa Emas Anak

Pastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi dari makanan bergizi seimbang, termasuk bahan pangan lokal yang mudah didapat di sekitar rumah. Jangan lewatkan jadwal pemeriksaan kesehatan ibu dan anak di posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat.

Jika anak menunjukkan tanda pertumbuhan yang tidak sesuai atau ibu ragu soal asupan gizinya, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan. Deteksi dini jauh lebih baik daripada menunggu masalah berkembang.

Mencegah stunting bukan tugas satu pihak saja. Dengan gizi yang cukup, pengasuhan yang tepat, dan pemantauan rutin, setiap anak di Murung Raya punya peluang tumbuh sehat dan optimal.

Reporter: Sutomo