Pencarian

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 115 Dakwaan, Pulis Merasa Dicurangi

Minggu, 27 September 2026 • 16:00:31 WIB
Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 115 Dakwaan, Pulis Merasa Dicurangi
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran keuangan oleh Premier League.

TIRAINEWS.COM — Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh 115 dakwaan pelanggaran keuangan oleh Premier League, memicu gelombang reaksi dari klub-klub yang merasa dirugikan selama bertahun-tahun. Tony Pulis, mantan manajer Stoke City, mengaku merasa dicurangi atas kekalahan di final Piala FA 2011, sementara kursi ketua klub menyatakan tidak ada yang berubah.

Keputusan Premier League yang menyatakan Manchester City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan menjadi gempa besar bagi sepak bola Inggris. Dakwaan tersebut mencakup periode 2009-10 hingga 2022-23, rentang waktu di mana City mendominasi Liga Primer dan meraih sejumlah trofi bergengsi.

Dampaknya tidak berhenti pada sanksi administratif. Klub-klub yang pernah bersaing langsung dengan City kini mempertimbangkan langkah hukum, menuntut kompensasi atas peluang yang hilang selama bertahun-tahun.

Tony Pulis: Ketika Doa Kami Dapat Piala FA?

Tony Pulis, yang membawa Stoke City ke final Piala FA 2011, mengungkapkan rasa kecewanya secara terbuka. Saat itu, gol tunggal Yaya Toure membawa City menang 1-0 dan meraih trofi pertama mereka sejak diakuisisi Abu Dhabi pada 2008.

Dalam kolomnya di BBC Sport, Pulis mengaku para pendukung Stoke kerap bertanya kepadanya soal final tersebut. "Kapan kami mendapat Piala FA kami?" tulis Pulis menirukan pertanyaan fans.

"Saya berpikir persis sama. Prosesnya masih jauh dari selesai karena M..." lanjutnya dalam kutipan yang dipublikasikan tersebut.

Final 2011 itu menjadi satu-satunya penampilan Stoke di partai puncak Piala FA sepanjang sejarah klub.

Klaim Finansial dan Efek Domino ke Klub Lain

Jonathan Wilson dalam analisisnya menyoroti bahwa konsekuensi dari pelanggaran City jauh lebih luas dari sekadar potensi degradasi paksa. Klub-klub yang kehilangan tempat di kompetisi Eropa, kehilangan hadiah uang, bahkan tim yang terdegradasi, berpotensi mengajukan klaim finansial terhadap City.

Leicester City menjadi contoh nyata. Klub itu nyaris lolos ke Liga Champions pada 2020 dan 2021, tetapi finis di bawah City. Pertanyaan yang muncul: apakah Leicester akan lolos jika City tidak "diperkuat secara artifisial"?

Efek jangka panjang juga mencakup reputasi global klub, manajer, dan pemain yang tergerus karena tidak meraih gelar atau bertahan di Liga Primer selama satu musim tambahan.

Khaldoon al-Mubarak: Tidak Ada yang Berubah

Ketua Manchester City, Khaldoon al-Mubarak, memberikan pernyataan melalui media sosial pada Jumat sore. Ia menegaskan posisi klub tidak berubah di tengah badai pemberitaan.

"Sementara sebagian orang cepat menarik kesimpulan, dan begitu banyak kebisingan di sekitar kami, tidak ada yang berubah. Kami telah menghadapi tantangan bersama sebelumnya dan selalu menang," tulis al-Mubarak.

"Masih banyak yang ingin mengguncang momentum klub kami. Kami tidak akan memberi mereka kesempatan itu."

Ia juga menyebut laga melawan Liverpool di Anfield dan pertemuan dengan Paris Saint-Germain di Liga Champions sebagai momen untuk menunjukkan kekuatan keluarga Manchester City.

Maresca dan Reaksi Internal

Manajer City, Enzo Maresca, mengunggah pesan singkat di media sosial sebelum pernyataan al-Mubarak keluar. "Satu-satunya hal yang saya tahu adalah bahwa saya tidak tahu apa-apa," tulisnya.

Pernyataan itu menuai tafsir beragam, dari sikap hati-hati hingga sindiran terhadap situasi yang belum sepenuhnya selesai secara hukum.

Laga Internasional Tetap Berjalan

Di tengah guncangan ini, jadwal sepak bola internasional berlanjut. Skotlandia memulai era pasca-Steve Clarke dengan hasil imbang 0-0 melawan Slovenia di Ljubljana. Sebastien Pocognoli, pelatih baru, mendapat hasil layak sebagai fondasi sebelum menghadapi Swiss dan Makedonia Utara di Grup B1.

Skotlandia tampil tanpa Scott McTominay dan masih menunjukkan kelemahan klasik: minim gol. Namun, sejumlah peluang tercipta, memberi harapan bahwa Pocognoli bisa membangun tim yang lebih tajam.

Sumber: theguardian.com

Follow tirainews.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks