Kementerian PU Buka 13 Titik Longsor di Pulau Palue NTT, Pasok Air Bersih untuk 2.623 Pengungsi
TIRAINEWS.COM — Pulihnya ruas jalan Krica-Nitung dan Krica-Lidi menjadi kunci bagi kelancaran distribusi logistik dan mobilitas warga pascagempa. Sepanjang Sabtu (22/8), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT memobilisasi dua excavator dan satu kendaraan pikap dari Pelabuhan Maumere untuk membersihkan material longsoran di dua ruas jalan tersebut.
Jalur Darurat Logistik Kembali Berfungsi Penuh
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama karena jalan berfungsi sebagai urat nadi pergerakan masyarakat sekaligus jalur distribusi kebutuhan dasar. "Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (23/8).
Penanganan difokuskan pada 10 titik longsor di Ruas Jalan Krica-Nitung sepanjang 10,5 kilometer. Tiga titik longsor lainnya di Ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer dituntaskan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka.
Dua Posko Pengungsian Jadi Prioritas Layanan Air Bersih
Kebutuhan air minum bagi warga yang mengungsi menjadi perhatian berikutnya. Dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, yakni Posko Golo Conggo yang menampung 1.111 pengungsi dan Posko Barangkolong dengan 1.512 pengungsi, kini mendapat dukungan pelayanan air minum dari lima unit unit pengolahan air (HU) berkapasitas masing-masing 1.000 liter.
Unit pengolahan air tersebut merupakan bantuan dari Pertamina dan Brimob. Distribusi air ke lokasi pengungsian juga diperkuat tiga mobil tangki air milik PDAM Komodo dengan sumber dari SPAM IKK Reok.
Tambahan Peralatan Dikirim dari Lombok
Kementerian PU tidak berhenti pada langkah darurat. Saat ini tengah dimobilisasi tambahan peralatan dari Lombok menuju Reok untuk mempercepat pemulihan dan memastikan pasokan air berkelanjutan. Armada tambahan tersebut terdiri atas empat mobil tangki air, satu mobil vakum, dan satu dump truck.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan air bersih seiring berjalannya masa pengungsian dan memastikan layanan sanitasi tetap berfungsi optimal bagi warga terdampak gempa di NTT.